Pendidikan Asmaul Husna Bentuk Karakter Jujur dan Disiplin Anak
- 06 Sep 2026 21:03 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Pendidikan Asmaul Husna dalam keluarga menjadi fondasi penting untuk membangun karakter kejujuran dan kedisiplinan anak sejak dini.
- Orang tua harus mengenalkan nama dan sifat Allah melalui penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya melalui hafalan semata.
- Pendidikan merupakan proses berkelanjutan sepanjang kehidupan yang membutuhkan konsistensi, disiplin, dan sikap tidak berputus asa dari orang tua dalam mendidik anak.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pendidikan Asmaul Husna dalam keluarga dapat menjadi dasar membangun kejujuran dan kedisiplinan anak. Orang tua perlu mengenalkan nama dan sifat Allah melalui kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hafalan.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Prof. Dr. H. Abdul Basir, M.Ag., dari UIN Antasari Banjarmasin dalam program Kuliah Subuh RRI Pro 1 Banjarmasin, Minggu, 6 September 2026. Menurutnya, pendidikan berlangsung sepanjang kehidupan sehingga orang tua perlu disiplin dan tidak berputus asa dalam mendidik anak.
“Untuk menanamkan kejujuran, kita harus mulai dari diri kita sendiri sebagai orang tua,” ujarnya. “Kita harus jujur kepada anak-anak kita, juga jujur kepada diri kita dan keluarga kita.”
Menurut Ustaz Abdul Basir, pendidikan Asmaul Husna perlu diarahkan untuk menanamkan iman dan keyakinan kepada Allah. Anak perlu memahami bahwa Allah Al-Basir atau Maha Melihat, As-Sami atau Maha Mendengar, dan Al-'Alim atau Maha Mengetahui setiap perbuatannya.
Pengenalan sifat-sifat Allah dapat dilakukan melalui pertanyaan sederhana dalam aktivitas keluarga. Orang tua, misalnya, dapat bertanya kepada anak tentang siapa yang menciptakan manusia, memberikan rezeki, dan menghidupkan manusia.
“Nama-nama Allah yang penting itu bukan sekadar dihafal, tetapi ditanamkan dalam diri anak,” katanya. “Anak perlu memahami bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”
Penggunaan gawai dan bermain gim, lanjutnya, tidak menjadi masalah selama tidak melalaikan kewajiban kepada Allah. Orang tua tetap perlu mengawasi serta memberikan penjelasan agar anak memahami batas antara bermain dan menjalankan kewajiban.
Melalui pembiasaan tersebut, anak diharapkan semakin mengenal Allah serta tumbuh dengan sikap jujur dan disiplin. Pendidikan Asmaul Husna juga dapat memperkuat kedekatan anak dengan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....