Keteladanan Nabi Muhammad Jadi Pedoman Hadapi Perbedaan

  • 02 Sep 2026 08:34 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Meneladani akhlak Nabi Muhammad menjadi landasan penting dalam menghadapi perbedaan pandangan di tengah masyarakat.
  • Kesantunan, silaturahmi, dan kedewasaan dalam beragama merupakan kunci utama untuk menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
  • Ustaz H. Samdani dari UIN Antasari Banjarmasin menjelaskan bahwa Rasulullah saw selalu menunjukkan kasih sayang dan kelembutan, bahkan kepada pihak yang menolak ajaran Islam.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Meneladani akhlak Nabi Muhammad saw menjadi salah satu landasan penting dalam menghadapi perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Kesantunan, silaturahmi, dan kedewasaan dalam beragama diperlukan untuk menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Hal tersebut dibahas dalam siaran Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 1 September 2026, bersama Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz H. Samdani, M.Pd. Menurutnya, Rasulullah saw senantiasa menunjukkan kasih sayang dan kelembutan, termasuk kepada pihak yang menolak ajaran Islam.

Ustaz Samdani menjelaskan, pendekatan persuasif dan keteladanan Rasulullah saw mampu melunakkan hati serta mempererat hubungan antarmanusia. Nilai tersebut dinilai relevan diterapkan masyarakat Kalimantan Selatan dalam menjaga keharmonisan kehidupan sehari-hari.

Ia juga menceritakan keteladanan Rasulullah saw dalam menghadapi orang-orang yang keras dan menentang dakwah. Nabi Muhammad tetap menjaga hubungan baik dan mendoakan mereka agar memperoleh hidayah.

"Rasulullah tetap menjaga hubungan baik serta mendoakan kebaikan bagi mereka yang belum memahami kebenaran ajaran Islam," ujarnya. “Sikap tersebut menunjukkan pentingnya kelembutan dan ketulusan dalam menghadapi perbedaan.”

Menurut Ustaz Samdani, silaturahmi dan ketulusan dalam mendoakan sesama menjadi bagian penting untuk meredam gesekan akibat perbedaan pemahaman. Saat menghadapi perbedaan cara beribadah maupun pandangan keagamaan, umat Islam diharapkan tidak mengedepankan emosi dan ego pribadi.

"Kita sebaiknya menunjukkan akhlak yang mulia dan mau mengalah demi merawat kedamaian bersama. Perbedaan seharusnya tidak menjadi alasan untuk memutus hubungan antarsesama," ucapnya.

Ustaz Samdani juga mengapresiasi keberadaan berbagai majelis ilmu dan kegiatan keagamaan di Kota Banjarmasin. Kajian keislaman yang disampaikan secara sejuk dinilai dapat membantu masyarakat memahami keberagaman dan menyikapinya secara bijaksana.

"Kunci kedamaian berada pada kemauan kita untuk terus menuntut ilmu serta mengamalkan akhlak terpuji dalam kehidupan bermasyarakat," katanya. “Ilmu dan akhlak harus berjalan beriringan agar tercipta kehidupan yang harmonis.”

Selain membahas akhlak dalam kehidupan bermasyarakat, Ustaz Samdani menyoroti peran perempuan dalam memperkuat perekonomian keluarga. Ia mengangkat keteladanan Sayyidatina Khadijah ra yang mengorbankan harta dan tenaganya untuk mendukung perjuangan dakwah Rasulullah saw.

Ustaz Samdani menegaskan keteladanan Khadijah ra dapat menjadi inspirasi bagi perempuan masa kini untuk menjalankan peran dalam keluarga sekaligus memberikan kontribusi positif di lingkungan sosial. Keseimbangan tersebut dapat diwujudkan dengan menyesuaikan peran sebagai istri, ibu, dan bagian dari masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....