Wawancara Kerja Jadi Ruang Kandidat Tunjukkan Kemampuan

  • 02 Sep 2026 10:11 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Wawancara kerja adalah tahapan penting dalam proses rekrutmen yang menilai cara kandidat berkomunikasi, berpikir, dan menyampaikan pengalaman.
  • Kandidat perlu mempersiapkan diri dengan matang setelah lolos tahap CV untuk menyampaikan pengalaman, kemampuan, motivasi, dan kesesuaian dengan posisi secara jelas.
  • Menurut Psikolog Industri Indreswari Sita K., persiapan yang baik membantu perekrut memahami fit antara kandidat dengan posisi yang dilamar.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Wawancara kerja atau interviu menjadi salah satu tahapan penting dalam proses rekrutmen. Selain jawaban, perekrut juga menilai cara kandidat berkomunikasi, berpikir, menyampaikan pengalaman, serta memahami posisi yang dilamar.

Psikolog Industri dan Organisasi, Indreswari Sita K., M.Psi., Psikolog, dalam program Ngobrol Bareng Komunitas RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 1 September 2026, mengatakan kandidat perlu mempersiapkan diri setelah melewati tahap CV. Persiapan tersebut penting agar pengalaman, kemampuan, motivasi, dan kesesuaian dengan posisi dapat disampaikan secara jelas.

“Perekrut tidak hanya mendengarkan jawaban, tetapi juga melihat bagaimana kandidat menyampaikan pengalaman, cara berpikir, motivasi, dan pemahamannya terhadap posisi,” ujar Indreswari. “Karena itu, wawancara bukan hanya tentang memberikan jawaban yang terdengar sempurna.”

Ia mengatakan, pertanyaan mengenai ekspektasi gaji juga menjadi bagian dari pertimbangan perusahaan untuk mengetahui apakah harapan kandidat realistis, sesuai dengan anggaran posisi, dan masih dapat dinegosiasikan. Kandidat yang belum memiliki pengalaman dapat melakukan riset berdasarkan posisi, pengalaman, lokasi, serta tanggung jawab pekerjaan sebelum menentukan nominal yang diharapkan.

“Kalau ditanya ekspektasi gaji, kandidat sebaiknya sudah melakukan riset mengenai posisi, pengalaman, lokasi, dan tanggung jawab pekerjaan,” katanya. “Yang penting, informasi yang diberikan jangan sampai tidak benar.”

Indreswari juga menyoroti kandidat yang tidak segera mendapat kabar setelah mengikuti wawancara. Kondisi tersebut belum tentu berarti kandidat tidak lolos karena perusahaan dapat masih melakukan seleksi, menunggu keputusan pengguna, menyelesaikan persetujuan internal, menunda posisi, mengubah kebutuhan, atau menetapkan kandidat lain.

“Dari sisi perusahaan, komunikasi tetap penting karena kandidat sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengikuti proses,” ujar Indreswari. “Memberikan informasi mengenai status proses merupakan bentuk profesionalisme.”

Wawancara atau interviu perlu dipandang sebagai kesempatan bagi kandidat untuk menunjukkan kompetensi dan kesesuaiannya dengan posisi yang dituju. Komunikasi yang terbuka dari kandidat dan perusahaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalisme proses rekrutmen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....