Pemkab Batola Tingkatkan Kewaspadaan Dampak Karhutla

  • 01 Sep 2026 15:12 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Barito Kuala - Pemerintah Kabupaten Barito Kuala mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk mewaspadai dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), seiring menurunnya kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Imbauan tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Batola, Jaya Hidayatullah, saat apel rutin ASN, Senin, 31 Agustus 2026.

Jaya mengatakan kondisi Karhutla perlu menjadi perhatian bersama karena kebakaran lahan dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah meningkatkan kewaspadaan serta ikut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi lingkungan.

“Berdasarkan pantauan, kualitas udara di Provinsi Kalimantan Selatan saat ini berada di urutan ke-4 nasional dan masuk kategori berbahaya secara lingkup provinsi,” ujar Jaya.

Meski kondisi udara secara umum perlu diwaspadai, Jaya menyebut kualitas udara khusus wilayah Kecamatan Marabahan masih dalam kondisi yang dapat ditoleransi. Hal tersebut berdasarkan laporan terkini dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Kuala.

“Meskipun masih tergolong aman, kita tetap harus berhati-hati dan terus memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai kondisi udara saat ini,” katanya.

Jaya mengatakan kondisi Karhutla dan kualitas udara dapat berubah secara dinamis sehingga langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini. ASN dan masyarakat diminta menyesuaikan aktivitas apabila terjadi penurunan kualitas udara secara mendadak.

Salah satu langkah preventif yang disarankan yakni menggunakan masker berstandar medis ketika beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diimbau membatasi kegiatan di luar rumah pada waktu tertentu apabila kualitas udara mulai memburuk.

Menurut Jaya, kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam mencegah meluasnya dampak Karhutla. ASN diharapkan dapat menjadi agen edukasi dengan menyampaikan informasi mengenai pencegahan Karhutla dan menjaga kualitas lingkungan di wilayah masing-masing.

Pemkab Barito Kuala juga mendorong seluruh jajaran untuk terus memantau perkembangan kondisi lingkungan dan kualitas udara. Kewaspadaan serta edukasi secara berkelanjutan dinilai penting untuk meminimalkan dampak Karhutla terhadap masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....