Pemkab Balangan Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

  • 13 Agt 2026 13:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Balangan - Pemerintah Kabupaten Balangan resmi menetapkan status siaga darurat ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan. Penetapan status siaga bencana di wilayah tersebut berlaku terhitung mulai 12 Agustus hingga 30 Oktober 2026.

Langkah penanganan darurat ini diambil merespons maraknya kejadian kebakaran lahan yang sudah melanda belasan lokasi. Pemerintah daerah berupaya mempercepat mitigasi agar dampak kemarau tidak mengganggu aktivitas warga.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi mengungkapkan bahwa lonjakan kasus kebakaran lahan kini tersebar di seluruh wilayah kecamatan. Peristiwa kebakaran paling dominan terjadi di kawasan lahan gambut Kecamatan Lampihong.

“Dengan ini kita sudah menetapkan status siaga karhutla. Berbagai upaya dan langkah penanganan serta pengendalian terhadap karhutla bisa kita tingkatkan lebih intensif lagi,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Berdasarkan data BPBD Balangan, total luas lahan yang terbakar di Balangan sejauh ini sudah mencapai 29,5 hektare dengan 17 kejadian. Kendati luasan lahan terbakar terus bertambah, petugas gabungan saat ini masih memfokuskan upaya pemadaman melalui jalur darat.

Penetapan status siaga ini juga mempertimbangkan hasil analisis prakiraan cuaca dari Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan. Kepala Staklim Kalsel, Klaus Johannes Apoh Damanik, mengonfirmasi bahwa seluruh wilayah Balangan telah memasuki periode kemarau.

“Jadi dasar itu semoga bisa menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Balangan. Sehingga dapat menentukan langkah-langkah antisipasi penanganan kebakaran hutan itu sendiri,” ujarnya.

Klaus Johannes Apoh Damanik menambahkan bahwa puncak musim kemarau di Balangan diprediksi berlangsung selama 16 hingga 18 dasarian. Fenomena kemarau Kalsel bahkan diperkirakan berlangsung lebih kering akibat pengaruh El Nino hingga awal 2027.

Di sisi lain, Wakil Bupati Balangan Akhmad Fauzi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Pihaknya menekankan pentingnya langkah konkret dan koordinasi terpadu dalam mengoptimalkan mitigasi bencana di daerah.

"Optimalkan mitigasi bencana. Mitigasi perlu langkah konkret dan koordinasi yang terencana, terpadu, serta berkesinambungan," ujarnya tegas.

Selain penanganan karhutla, Pemkab Balangan kini turut memetakan potensi krisis air bersih akibat menyusutnya debit air sungai. Sinergi lintas sektor terus diperkuat demi memastikan ketersediaan pasokan air dan penanggulangan bencana berjalan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....