Kabut Asap Selimuti Banjarmasin, BPBD Klaim Tak Ada Hotspot
- 31 Agt 2026 10:06 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin mengklaim tidak menemukan titik panas atau hotspot di wilayahnya. Meski telah tercatat puluhan kejadian kebakaran lahan sejak memasuki puncak musim kemarau, namun bukan menjadi sumber kabut asap.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, mengatakan telah terjadi sebanyak 27 kejadian dengan total luasan mencapai 2.828 hektare kebakaran lahan. Namun, seluruh kejadian tersebut dinilai dipicu oleh kelalaian masyarakat.
Dari 27 kejadian tersebut, Banjarmasin Selatan menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni sembilan kejadian. Selanjutnya Banjarmasin Tengah lima kejadian, Banjarmasin Timur tiga kejadian, dan Banjarmasin Barat dua kejadian.
"Kalau untuk kebakaran lahan, sampai saat ini ada sekitar 27 kejadian. Itu murni karena kelalaian masyarakat," kata Husni Thamrin.
Menurutnya, sejumlah kebakaran bermula dari aktivitas sederhana seperti membakar sampah. Api yang tidak diawasi kemudian merembet ke lahan di sekitarnya dan berkembang menjadi kebakaran lahan.
"Contohnya membakar sampah, kemudian apinya meluas dan akhirnya membakar lahan. Jadi lebih banyak karena kelalaian," ujarnya.
Ia menegaskan, kebakaran lahan yang terjadi di Banjarmasin tidak sampai menjadi sumber kabut asap yang dirasakan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut kabut asap yang menyelimuti Banjarmasin lebih dipengaruhi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah sekitar.
"Asap yang sekarang dirasakan masyarakat itu bukan berasal dari kebakaran lahan di Banjarmasin. Itu lebih kepada dampak karhutla dari daerah tetangga yang terbawa angin ke Banjarmasin," ucapnya.
BPBD Banjarmasin juga terus melakukan pemantauan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang semakin kering. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka karena api dapat dengan cepat menjalar di lahan yang kondisinya mudah terbakar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....