Keutamaan Menuntut Ilmu bagi Seorang Muslim

  • 30 Agt 2026 10:08 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam kehidupan muslim karena menjadi sarana menambah pengetahuan dan memahami ajaran agama dengan benar.
  • Program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin menghadirkan Ustaz Fahrujiannor S.Th.I. untuk membahas kedudukan mulia ilmu dalam Islam pada Senin, 24 Agustus 2026.
  • Ilmu berfungsi sebagai bekal untuk membedakan yang benar dan salah serta menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana menurut tuntunan agama Islam.

RRI.CO.ID, Banjarmasin: Menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Selain menjadi sarana menambah pengetahuan, ilmu menjadi bekal untuk memahami ajaran agama, membedakan yang benar dan salah, serta menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana.

Hal itu menjadi pembahasan dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 24 Agustus 2026, bersama Ustaz Fahrujiannor, S.Th.I., dengan tema “Keutamaan Menuntut Ilmu”. Ia menjelaskan bahwa menuntut ilmu memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam.

Menurutnya, ilmu menjadi penerang bagi manusia agar setiap langkah kehidupan tidak hanya didasarkan pada keinginan, tetapi juga memiliki landasan dan tuntunan yang benar. Ilmu yang dipelajari juga diharapkan dapat membentuk pribadi yang lebih baik dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

“Menuntut ilmu bukan sekadar untuk mengetahui sesuatu,” ujarnya. “Ilmu juga harus mampu membimbing kita menjadi manusia yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah Swt.”

Ia mengingatkan bahwa ilmu dan amal merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Pengetahuan yang dimiliki hendaknya diwujudkan dalam perilaku dan perbuatan sehari-hari agar memberikan perubahan positif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Lebih lanjut, Ustaz Fahrujiannor menekankan bahwa kesempatan untuk belajar tidak dibatasi oleh usia. Setiap orang memiliki kesempatan untuk terus memperbaiki diri melalui proses belajar.

“Tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu,” ucapnya. “Selama kita masih diberi kesempatan hidup, maka selama itu pula kita memiliki kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.”

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, semangat menuntut ilmu perlu dibarengi dengan sikap bijak dalam menerima informasi. Masyarakat dituntut tidak mudah mempercayai setiap informasi yang diterima, terutama informasi keagamaan, sebelum mengetahui sumber dan kebenarannya.

Karena itu, belajar kepada guru dan orang yang memiliki kompetensi menjadi bagian penting untuk memperoleh pemahaman yang tepat. Langkah tersebut juga dapat membantu masyarakat menyaring informasi di tengah banyaknya sumber pengetahuan yang tersedia.

Ustaz Fahrujiannor menegaskan bahwa menuntut ilmu seharusnya dilakukan dengan niat yang ikhlas, bukan semata-mata untuk mendapatkan pengakuan atau menunjukkan kemampuan kepada orang lain. Dengan niat yang benar, proses belajar dapat menjadi ibadah sekaligus sarana membentuk pribadi yang rendah hati, berakhlak, dan bermanfaat bagi lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....