Cerdas Memilih, Langkah Remaja Jauhi Narkoba
- 28 Agt 2026 20:38 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Remaja berada pada masa pencarian jati diri di mana pilihan kecil dapat menentukan masa depan mereka, sehingga kecerdasan dalam memilih menjadi penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.
- Kepala BNNK Hulu Sungai Selatan Agus Winarti menjelaskan bahwa remaja memiliki kerentanan tinggi karena rasa ingin tahu masih tinggi, tekanan pergaulan yang kuat, dan kemampuan kontrol diri yang masih berkembang.
- Dialog edukasi tentang pencegahan narkoba dilaksanakan di RRI Pro 2 Banjarmasin pada 27 Agustus 2026 untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Remaja berada pada masa pencarian jati diri ketika pilihan kecil dapat menentukan arah masa depan mereka. Karena itu, kecerdasan dalam memilih menjadi benteng penting agar generasi muda tidak mudah terjerat narkoba.
Kepala BNNK Hulu Sungai Selatan, Agus Winarti, saat mengisi program dialog di RRI Pro 2 Banjarmasin, Kamis, 27 Agustus 2026, menjelaskan remaja memiliki kerentanan karena rasa ingin tahu yang masih tinggi. Menurutnya, remaja juga menghadapi tekanan pergaulan, sementara kemampuan mengendalikan diri dan mengambil keputusan masih terus berkembang.
“Perasaan seperti FOMO, masih mencari jati diri, dan pengaruh lingkungan yang tidak terjaga menjadi faktor rentannya remaja terhadap narkoba,” ujar Winarti. “Jadi, memang tergantung dari benteng dirinya untuk menolak narkoba itu.”
Menurut Agus Winarti, cerdas memilih berarti remaja mampu menyeleksi teman, aktivitas harian, serta informasi yang masuk dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan pergaulan yang positif dan kegiatan bermanfaat dapat membantu remaja membangun prinsip yang kuat dalam menghadapi berbagai godaan.
Sementara itu, Ketua Tim Rehabilitasi, dr. Rizka Mahmudah, menjelaskan keputusan mencoba narkoba, sekalipun hanya sekali karena penasaran, tetap menyimpan risiko besar bagi kesehatan dan masa depan. Sifat adiktif narkoba dapat memengaruhi sistem saraf serta berkembang menjadi ketergantungan fisik maupun psikologis.
“Meski baru mencoba sekali saja, tetapi sistem kita itu bisa sudah rusak,” ujar dr. Rizka Mahmudah. “Dari sekali itu bisa tergoda untuk dua, tiga kali, hingga akhirnya ketergantungan dan perlu direhabilitasi.”
Ia menekankan, saat ditawari narkoba, remaja perlu berani mengatakan tidak dengan jelas, tenang, dan tanpa keraguan kepada teman. Jika tekanan terus berlanjut, mereka dapat memberikan alasan singkat, segera meninggalkan lokasi, lalu mencari lingkungan pertemanan yang lebih sehat.
Menurutnya, remaja juga diajak tidak menghakimi teman yang mulai terindikasi menggunakan narkoba dan membantunya mendapatkan pertolongan yang tepat. Kepedulian dapat dilakukan dengan mendengarkan serta melaporkan secara bijak kepada keluarga, guru, atau lembaga rehabilitasi terkait.
Kedua narasumber menegaskan, cerdas memilih bukan sekadar menentukan pergaulan, tetapi juga keberanian menjaga diri dan masa depan dari narkoba. Teman yang baik tidak mengajak pada kehancuran, melainkan saling mendukung untuk tumbuh, hidup sehat, dan meraih masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....