Kabut Asap Makin Mengganggu, Puluhan Ribu Masker Dibagikan ke Warga Banjarmasin

  • 26 Agt 2026 12:49 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Tidak kurang dari 20.000 masker dibagikan jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin kepada pengguna jalan di sejumlah titik Kota. Mengingat kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

Dinkes bersama jajaran Puskesmas dan organisasi kemasyarakatan turun langsung membagikan masker kepada warga. Pembagian dilakukan secara mobile, terutama di sejumlah persimpangan lampu merah serta menyasar sekolah dasar di wilayah kerja masing-masing Puskesmas.

Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Banjarmasin sekaligus upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat dari paparan asap. Menurutnya, penggunaan masker menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengurangi paparan asap, khususnya bagi warga yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan.

“Pembagian masker ini tidak hanya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Tetapi juga sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya penggunaan masker ketika terjadi kabut asap,” ujar Yanuar, Rabu, 26 Agustus 2026.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kondisi kabut asap sebagai persoalan sepele. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang sehat.

Selain itu, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mulai mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap. “Bersama-sama kita lindungi kesehatan masyarakat Banjarmasin dari dampak kabut asap. Segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mulai mengalami keluhan,” ujar Yanuar.

Pembagian masker ini menjadi salah satu langkah Pemko Banjarmasin untuk menekan risiko gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara. Sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan di tengah aktivitas yang tidak bisa sepenuhnya dihentikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....