Kualitas Udara Banjarbaru Memburuk, PM2.5 Tembus 480,1 µg/m³
- 26 Agt 2026 08:37 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Kualitas udara di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, memburuk pada Rabu 26 Agustus 2026 pagi. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 terpantau melonjak tajam hingga masuk kategori berbahaya.
Berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, konsentrasi PM2.5 pada pukul 00.00 hingga 07.00 WITA umumnya masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, kondisi berubah drastis pada pagi hari. Pada pukul 09.00 WITA, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 480,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Angka tersebut masuk dalam kategori berbahaya, setelah sebelumnya konsentrasi PM2.5 masih berada jauh di bawah ambang tersebut. Lonjakan konsentrasi partikulat yang sangat signifikan pada pagi hari ini menunjukkan memburuknya kondisi kualitas udara di wilayah Banjarbaru.
Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan yang turut memicu kabut asap. Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan.
Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker medis, seperti N95 atau KN95, apabila harus beraktivitas di luar ruangan.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan kondisi tubuh yang lebih sensitif terhadap polusi udara juga perlu mendapat perhatian lebih. Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup sehat selama kualitas udara memburuk.
Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat memperparah kondisi kualitas udara. Dengan konsentrasi PM2.5 yang mencapai 480,1 µg/m³, masyarakat Banjarbaru perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan udara luar hingga kondisi kualitas udara kembali membaik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....