Mengudara Selama 81 Tahun, RRI Terus Hadir di tengah Penanganan Karhutla
- 12 Sep 2026 00:01 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Memasuki usia ke-81 tahun, Radio Republik Indonesia (RRI) terus menjalankan fungsinya sebagai Lembaga Penyiaran Publik. Sejak pertama kali mengudara pada 11 September 1945, keberadaan media publik ini masih terus dibutuhkan masyarakat, termasuk saat terjadi bencana alam.
Peran tersebut terasa nyata di Kalimantan Selatan saat ini, di mana warga sedang berhadapan dengan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Di tengah kepungan kabut asap, siaran dan berita RRI tetap berjalan untuk mengabarkan kondisi terkini di lapangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, Rahmi, menilai berita yang disampaikan RRI berjalan beriringan dengan kerja petugas di lapangan. Baginya, informasi yang cepat dan akurat membuat masyarakat bisa mengetahui perkembangan situasi secara pasti.
"Memasuki usia ke-81 ini, kami harap RRI dapat terus menjangkau seluruh wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Balangan. Serta, terus menyampaikan informasi dan pemberitan yang akurat, valid, dan terpercaya," katanya, Jumat, 11 September 2026.
Rahmi menyebut jangkauan informasi yang luas sangat penting agar pemberitaan tidak cuma berfokus di kota-kota besar saja. Warga di berbagai daerah seperti Balangan juga perlu mendapatkan informasi yang seimbang.
Hal senada disampaikan Pengamat Sosial dan Budaya Kalimantan Selatan, Noorhalis Majid. Menurutnya, kehadiran media publik seperti RRI sangat krusial untuk meluruskan berbagai kabar simpang siur di media sosial.
"Di tengah situasi seperti ini, kita terkadang ragu juga akan informasi yang beredar di media sosial. Di sini, peran RRI bisa menetralisir dengan pemberitaan yang terpercaya," ujarnya yang juga sebagai Penggiat Media.
Kepala Ombudsman Kalsel periode 2010-2020 ini menambahkan, kepercayaan publik inilah yang menjadi modal utama yang harus dijaga RRI. Selain untuk menyampaikan berita, media juga harus bisa memberi edukasi pencegahan bencana kepada masyarakat.
"Karena peran media itu tidak hanya menyampaikan informasi saja. Namun, juga efektif untuk bisa menjadi wadah edukasi sebagai lamgkah preventif untuk jangka panjang di tengah situasi seperti saat ini," ucapnya menambahkan.
Ia berharap RRI tetap konsisten menyuarakan berbagai isu dan kondisi riil masyarakat di daerah, khususnya Kalimantan Selatan. Perjalanan panjang lembaga penyiaran publik ini dinilai harus terus dirawat seiring langkah pembangunan bangsa.
Pada peringatan ke-81 tahun ini, RRI mengusung tema besar "Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur". Semangat ini menjadi pengingat bagi seluruh angkasawan RRI untuk konsisten menyuarakan berita yang akurat dan terpercaya bagi masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....