Tiga Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel
- 23 Agt 2026 16:35 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus diperkuat. Satuan Tugas (Satgas) Udara Karhutla kini mengoperasikan tiga helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit dipadamkan melalui jalur darat.
Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi udara telah berlangsung lebih dari satu bulan. Selain melakukan pemadaman, armada udara juga bertugas memantau titik-titik api yang belum terdeteksi dari darat.
“Tim Satgas Udara melalui helikopter water bombing dan helikopter patroli memantau titik-titik api yang belum terlihat dari darat. Setelah ditemukan, informasinya ditindaklanjuti ke kabupaten dan kota masing-masing untuk operasi pemadaman,” ujar Ariansyah usai Rapat Harian Satgas Udara Karhutla di Posko Satgas Udara FASI Syamsudin Noor Banjarbaru, Sabtu 22 Agustus.
Tiga helikopter water bombing tersebut masing-masing memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter. Armada yang digunakan yakni MI-8AMT/RA-22834, UH-60L/N711BF, dan AS332C1 Super Puma/PK-DAN.
Dalam operasi sebelumnya, masing-masing helikopter telah melaksanakan dua sorti water bombing. Sejumlah titik berhasil dipadamkan, meski beberapa lokasi masih menyisakan asap tipis karena luasan area terbakar cukup besar.
Kawasan Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus. Pengawasan dan penanganan di kawasan tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan serta kelancaran aktivitas penerbangan.
Kekuatan Satgas Udara juga akan kembali bertambah. Satu helikopter water bombing dijadwalkan tiba di Kalsel dari Pekanbaru pada Minggu 23 Agustus.
“Yang sudah dipastikan akan datang adalah satu helikopter dari Pekanbaru yang akan tiba di Kalsel besok untuk mendukung operasi,” kata Ariansyah.
Selain tiga helikopter water bombing, pemantauan udara didukung helikopter patroli Bell 206 Jet Ranger dan pesawat patroli C208B-EX. Keduanya digunakan untuk membantu menemukan titik api sekaligus menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Hingga Jumat 21 Agustus, BPBD Kalsel mencatat lebih dari 1.600 kejadian karhutla dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai sekitar 6.900 hektare. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan membagi tugas antara Satgas Darat dan Satgas Udara di sejumlah wilayah.
Di tengah kondisi cuaca yang masih relatif kering dan hujan yang belum merata, BPBD Kalsel mengoptimalkan operasi pemadaman dari darat maupun udara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....