Debit Air Menyusut, Kodim 1006/Banjar Wacanakan Pembuatan Sumur Bor

  • 23 Agt 2026 08:24 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar kini menghadapi kendala baru. Kondisi debit air yang terus menurun menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas saat melakukan pemadaman api di lapangan.

Dandim 1006/Banjar, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya mengungkapkan debit air di sejumlah wilayah mulai menyusut, bahkan beberapa lokasi mengalami kekeringan total. Kondisi tersebut mendorong pihaknya merencanakan pembuatan sumur bor melalui program TNI Manunggal Air Bersih (TMAB).

"Saya sempat berkomunikasi dengan Sekda Banjarbaru. Kita coba upayakan untuk pembuatan sumur bor karena debit air ini sudah mulai kering," ujarnya saat ditemui Sabtu, 22 Agustus 2026.

Pembuatan sumur bor direncanakan menyasar setiap kelurahan dengan target minimal dua titik. Langkah antisipasi ini diambil lantaran banyaknya lokasi karhutla yang mengalami krisis pasokan air saat proses pemadaman berlangsung.

"Contoh yang terjadi di Tegal Arum ini, air itu hanya berasal dari sungai. Tapi, debitnya sudah sangat rendah sekali," kata Prabujaya menambahkan.

Penyediaan sumur bor ditargetkan mampu memenuhi dua kebutuhan mendasar sekaligus, yakni pemenuhan pasokan air bersih warga serta cadangan air untuk pemadaman api. Rencana ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mengatasi karhutla yang kerap terjadi setiap tahun.

"Saya lihat pola dan dampaknya setiap tahun hampir sama. Namun, tentu dalam skala yang berbeda seperti tahun ini yang membuat penanganan semakin sulit karena adanya dampak dari El Nino," ucapnya.

Prabujaya menegaskan program pembuatan sumur bor tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemetaan lokasi agar pelaksanaannya berjalan tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....