Memaknai Syukur sebagai Wujud Keimanan kepada Allah

  • 22 Agt 2026 09:59 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Syukur merupakan akhlak mulia yang harus dipahami dan diamalkan setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar mengucapkan alhamdulillah.
  • Nikmat Allah Swt mencakup berbagai aspek kehidupan seperti harta, kesehatan, iman, keluarga, ilmu, kesempatan hidup, dan keamanan yang sering kali tidak disadari.
  • Mengamalkan syukur berarti menyadari bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah Swt dan menggunakannya sesuai dengan kehendak-Nya.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Syukur merupakan salah satu akhlak mulia yang perlu dipahami dan diamalkan setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari. Syukur tidak sekadar mengucapkan alhamdulillah ketika mendapatkan kebahagiaan, tetapi juga menyadari bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah Swt dan menggunakannya sesuai dengan kehendak-Nya.

Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Najib Irsyadi, M.Hum., dalam acara Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Kamis, 20 Agustus 2026. Menurutnya, nikmat Allah Swt tidak hanya berupa harta dan kesehatan, tetapi juga iman, keluarga, ilmu, kesempatan hidup, keamanan, serta berbagai hal yang sering kali tidak disadari.

“Dengan memahami hakikat syukur, seorang muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan rendah hati,” ujar Najib Irsyadi. “Seorang muslim juga senantiasa diingatkan untuk mengingat Allah Swt dalam setiap keadaan.”

Ia menjelaskan, orang yang pandai bersyukur tidak hanya mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga menjaga dan memanfaatkan nikmat yang diberikan dengan baik. Harta digunakan untuk membantu sesama, ilmu untuk memberikan manfaat, kesehatan untuk beribadah, dan waktu untuk melakukan hal-hal yang diridai Allah Swt.

Syukur juga tidak hanya dilakukan ketika memperoleh kesenangan. Menurut Najib, seorang muslim perlu tetap bersyukur ketika menghadapi ujian karena kesulitan dapat menjadi kesempatan untuk bersabar, mendekatkan diri kepada Allah Swt, dan mengambil pelajaran dari setiap keadaan.

Di tengah kehidupan yang dipenuhi tuntutan dan keinginan, memahami makna syukur menjadi semakin penting. Banyak orang terlalu fokus pada sesuatu yang belum dimiliki hingga melupakan berbagai nikmat yang telah diterima, padahal kemampuan menghargai nikmat merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim.

Najib menambahkan, membiasakan diri bersyukur dapat membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan tidak mudah merasa kekurangan. Sikap tersebut juga dapat menumbuhkan kerendahan hati serta kepedulian terhadap orang lain.

Dengan demikian, syukur dalam Islam bukan sekadar ucapan, melainkan sikap hidup yang diwujudkan melalui hati, lisan, dan perbuatan. Dengan mengenali dan mengakui nikmat Allah Swt serta menggunakannya untuk kebaikan, seorang muslim dapat menjadikan setiap nikmat sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....