Kabut Asap di Banjarmasin Makin Pekat! Ribuan Masker Disiapkan untuk Warga Rentan

  • 19 Agt 2026 10:27 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Banjarmasin. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Banjarmasin meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin menyiapkan langkah antisipasi dengan membagikan lebih dari 1.000 masker kepada kelompok masyarakat yang dinilai rentan terdampak paparan asap. Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, mengatakan sasaran pembagian masker di antaranya anak-anak di sekolah serta pengemudi ojek online (ojol) yang setiap hari beraktivitas di jalan.

Sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin lebih dari 1.000 masker kita siapkan untuk dibagikan kepada masyarakat. Khususnya kelompok rentan seperti anak-anak di sekolah dan pengemudi ojol,” ujar Yanuar, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut Yanuar, kabut asap yang masuk ke Banjarmasin tidak sepenuhnya berasal dari kebakaran di dalam wilayah kota. Asap dapat terbawa angin dari daerah sekitar, termasuk Kabupaten Banjar, Banjarbaru dan Barito Kuala.

Kondisi tersebut patut diwaspadai karena paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Data Dinkes sebelumnya menunjukkan kasus ISPA di Banjarmasin mencapai 1.300 kasus pada Juli 2026, turun dari 1.484 kasus pada Juni.

Meski menurun, Dinkes meminta masyarakat tidak lengah karena musim kemarau dan kabut asap masih berpotensi memperburuk kualitas udara. Yanuar mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga asupan makanan bergizi dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap semakin pekat.

“Makan makanan bergizi, pakai masker saat ke luar rumah. Kemudian kurangi beraktivitas di luar rumah apabila terjadi kabut asap,” ujarnya.

Dinkes Banjarmasin juga telah meningkatkan kewaspadaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kasus ISPA akibat paparan kabut asap. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Banjarmasin melindungi masyarakat di tengah meningkatnya ancaman karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....