Hadapi Karhutla, Pemkab Balangan Pertimbangkan Operasi Modifikasi Cuaca

  • 17 Agt 2026 13:52 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Balangan - Pemerintah Kabupaten Balangan mempertimbangkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menghadapi ancaman musim kemarau yang lebih panjang dan kering. Opsi tersebut mencuat usai penetapan status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan pada Rabu lalu, 12 Agustus 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, menyebut penerapan OMC serta penyiapan helikopter water bombing menjadi langkah antisipasi pemerintah daerah. Strategi tersebut disiapkan sebagai respons cepat jika eskalasi ancaman karhutla dan kekeringan terus meningkat.

"Opsi tersebut menjadi bagian dari alternatif yang akan kita tentukan pada saat situasi dan kondisi yang memaksa. Karena memang ada prosedur ketat terkait hal tersebut," ujarnya menjelaskan.

BPBD Balangan mencatat sebanyak 17 kejadian karhutla telah menghanguskan 29,5 hektare lahan di seluruh wilayah Balangan hingga pertengahan Agustus. Musibah kebakaran tersebut didominasi oleh lahan gambut di Kecamatan Lampihong yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Peningkatan kasus karhutla ini menjadi perhatian serius dari jajaran pemerintah daerah dan aparat gabungan. Penetapan status siaga darurat diharapkan mampu memperkuat pengawasan serta mengoptimalkan upaya pengendalian di titik-titik rawan.

"Kejadian karhutla yang meningkat inilah yang menjadi perhatian serius kita. Mudah-mudahan dengan penetapan status siaga ini upaya-upaya penanganan dan pengendalian bisa kita intensifkan lagi," kata Rahmi menambahkan.

Sementara itu, Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi seluruh wilayah Kabupaten Balangan kini telah memasuki musim kemarau. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, memprediksi kondisi kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dan kering.

Pihaknya mengimbau pemerintah daerah untuk memanfaatkan proyeksi cuaca ini dalam menyusun langkah mitigasi sejak dini. BMKG memproyeksikan puncak fenomena musim kering tersebut akan terjadi pada September mendatang.

"Puncak musim kemarau ini diprediksi akan berlangsung pada bulan September mendatang. Sehingga dasar ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten Balangan dalam mengambil langkah antisipatif," ucapnya.

Durasi musim kemarau di Kabupaten Balangan diprediksi berjalan selama 16 hingga 18 dasarian atau berakhir pada Oktober mendatang. Selain itu, fenomena El Nino diperkirakan bertahan hingga awal tahun 2027 yang turut berdampak pada curah hujan.

"Dengan kondisi ini musim hujan kita juga pasti akan terpengaruh. Sementara curah hujan juga diprediksi akan lebih sedikit pada awal musim hujan nanti," kata Apoh Damanik menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....