Mengisi Kemerdekaan Indonesia dengan Akhlak dan Pengabdian Nyata
- 16 Agt 2026 06:42 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kemerdekaan perlu diisi dengan pengabdian dan amal nyata, bukan sekadar perayaan
- Pembangunan bangsa membutuhkan manusia yang cerdas sekaligus berakhlak dan berintegritas
- Keteladanan Rasulullah SAW relevan sebagai pedoman membangun kehidupan berbangsa
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kemerdekaan Indonesia perlu diisi dengan pembangunan manusia yang berakhlak, berintegritas, dan memiliki tanggung jawab sosial. Hal ini disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Dr. Dzikri Nirwana, M.Ag dalam program Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Minggu 16 Agustus 2026.
Menurut Dzikri, kemerdekaan merupakan salah satu nikmat besar yang patut disyukuri oleh masyarakat Indonesia. Namun, rasa syukur tidak cukup diwujudkan melalui upacara atau perayaan, melainkan juga melalui pengabdian dan tindakan yang bermanfaat bagi bangsa.
“Syukur atas kemerdekaan tidak cukup hanya dengan mengadakan upacara bendera. Kemerdekaan harus diisi dengan amal nyata yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat,” katanya.
Dzikri menjelaskan, Rasulullah SAW mengajarkan bentuk kemerdekaan yang lebih luas, yakni terbebas dari perbudakan hawa nafsu, kebodohan, kezaliman, kesombongan, dan perpecahan. Nilai tersebut menjadi penting karena pembangunan bangsa membutuhkan manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki moral dan integritas.
“Kemerdekaan bangsa harus dilanjutkan dengan kemerdekaan moral dan spiritual. Jalan raya, gedung, teknologi, dan ekonomi dapat berkembang, tetapi semuanya membutuhkan manusia yang jujur, amanah, bertanggung jawab, dan adil,” ucapnya.
Peringatan kemerdekaan yang berdekatan dengan Rabiul Awal dinilai menjadi kesempatan untuk menghubungkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW dengan tanggung jawab sebagai warga negara. Keteladanan Nabi dalam kejujuran, amanah, keadilan, kasih sayang, dan persaudaraan dapat menjadi nilai penting dalam membangun Indonesia.
“Indonesia tidak hanya membutuhkan manusia yang pintar, tetapi juga manusia yang berintegritas. Keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan untuk membangun kejujuran, amanah, keadilan, tanggung jawab, dan persaudaraan dalam mengisi kemerdekaan,” ujar Dzikri Nirwana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....