Adab Bermedia Sosial Perlu Ditanamkan sejak Dini

  • 15 Agt 2026 11:23 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Era digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi, dengan komunikasi yang dahulu tatap muka kini dapat terjalin secara instan melalui media sosial.
  • Akademisi UIN Antasari Miftahul Umam menyampaikan pandangan tersebut dalam program Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin pada Jumat, 14 Agustus 2026.
  • Interaksi di media sosial sering membuat pengguna bertindak dengan cepat tanpa mempertimbangkan, di mana jemari bergerak lebih cepat daripada pikiran.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Era digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi melalui kehadiran media sosial. Jika dahulu interaksi lebih banyak dilakukan secara tatap muka, kini komunikasi dapat terjalin secara instan hanya dalam hitungan detik melalui media sosial.

Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari, Miftahul Umam, Lc., M.Ag., dalam program Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat, 14 Agustus 2026. Ia menilai, interaksi di media sosial sering kali membuat jemari bergerak lebih cepat daripada pikiran.

"Orang tua penting mendampingi anak yang menggunakan gawai, terlebih saat ini gawai juga dibutuhkan untuk kegiatan belajar," ujarnya. "Ada fitur parental control atau mode orang tua di ponsel anak yang bisa dimanfaatkan, tetapi masih banyak orang tua yang belum mengetahuinya."

Miftahul menekankan pentingnya menanamkan adab bermedia sosial kepada anak. Menurutnya, anak perlu memahami batasan baik dan buruk serta membiasakan diri berpikir sebelum menulis komentar agar tidak menyinggung atau memfitnah orang lain.

Ia menyebutkan, masyarakat sebenarnya telah memahami batasan antara konten positif dan negatif. Namun, konten yang viral di media sosial sering kali memberikan dampak buruk sehingga pengawasan orang tua terhadap penggunaan gawai tetap diperlukan.

Paparan gawai secara berlebihan dapat membuat anak mudah merengek dan kesulitan mengatur emosinya. Selain itu, minimnya komunikasi yang efektif dengan orang tua berisiko mendorong anak mencari pelampiasan atau kebahagiaan di luar lingkungan keluarga.

Miftahul mengingatkan, peran orang tua sangat penting dalam melindungi anak dari dampak negatif media sosial. Kehadiran orang tua dan komunikasi dua arah diperlukan agar keterikatan emosional dengan anak dapat terbangun secara mendalam.

Menurutnya, kebiasaan bijak menggunakan media sosial harus dimulai dari lingkungan keluarga. Dengan pendidikan mengenai adab dan etika, anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas dalam menggunakan teknologi, tetapi juga santun dan beradab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....