Indo Water 2026 Dibidik, Teknologi Modern Jadi Senjata Hadapi Intrusi Air Asin

  • 13 Agt 2026 16:40 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai membidik teknologi modern untuk menjawab persoalan air bersih, sanitasi, hingga limbah cair yang kian kompleks di Kota Seribu Sungai. Langkah itu dilakukan dengan mengikuti ajang internasional 25 Tahun Indo Water Expo dan Forum 2026 yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Forum berskala global tersebut resmi dibuka Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Z.A. Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR diwakili Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, yang hadir langsung meninjau berbagai inovasi teknologi terkait blueprint tata kelola air bersih dan sanitasi.

Keikutsertaan Banjarmasin bukan sekadar memenuhi agenda forum internasional. Pemko melihat teknologi sebagai kebutuhan mendesak untuk menghadapi karakter geografis kota yang didominasi dataran rendah dan kawasan rawa.

Kondisi tersebut membuat Banjarmasin menghadapi sejumlah persoalan serius, mulai dari pengelolaan air, ancaman intrusi air asin, sanitasi, hingga pengelolaan limbah cair domestik. “Banjarmasin memiliki karakter geografis yang unik sebagai Kota Seribu Sungai. Karena itu, pengelolaan air dan sanitasi juga harus disesuaikan dengan kondisi wilayah kita,” ujar Ananda.

Indo Water 2026 menjadi ruang bagi Pemko Banjarmasin untuk mencari teknologi yang bisa diadaptasi dengan kebutuhan daerah. Ajang ini mempertemukan lebih dari 600 pelaku industri dari berbagai negara.

Pemko Banjarmasin membidik inovasi yang tidak hanya mampu memperkuat sistem penyediaan air bersih, tetapi juga mendorong pengelolaan sanitasi dan limbah yang lebih efektif. “Kita ingin melihat teknologi apa yang bisa diadopsi dan diterapkan di Banjarmasin. Harapannya, persoalan air, sanitasi, dan limbah bisa ditangani lebih modern dan sesuai dengan karakter geografis kita,” katanya.

Tak berhenti pada persoalan teknis, Pemko juga mendorong perubahan cara pandang terhadap sampah dan air. Keduanya diharapkan tidak lagi semata-mata menjadi beban lingkungan, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya baru yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Forum internasional tersebut pun menjadi momentum bagi Banjarmasin untuk mencari formula baru dalam membangun tata kelola air dan sanitasi yang lebih adaptif. Pemko berharap adopsi teknologi dari ajang Indo Water 2026 nantinya mampu memperkuat sistem pengelolaan air, mengantisipasi ancaman intrusi air asin, sekaligus mengoptimalkan sanitasi berbasis kondisi geografis Banjarmasin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....