Sambut Maulid Nabi, Umat Diajak Isi Rabiulawal dengan Amal Kebaikan

  • 13 Agt 2026 11:19 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bulan Rabiulawal bukan sekadar penanda datangnya bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah. Menyambut bulan Maulid, umat Islam diajak memperbanyak amalan sebagai bentuk syukur dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Ustaz Muhammad Abrar A. Noer, S.Th.I. hadir sebagai narasumber dalam program Hikmah Subuh Pro 4 RRI Banjarmasin, Rabu, 12 Agustus 2026. Dalam siaran yang dipandu Kyan tersebut, Ustaz Abrar membahas tema “Menyambut Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Tiga Amalan.”

Ustaz Abrar menjelaskan, salah satu amalan yang dapat diperbanyak saat menyambut bulan Maulid adalah berselawat kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, selawat merupakan amalan yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang muslim, bahkan menjadi bagian dari ibadah salat.

“Adapun di luar salat itu sangat dianjurkan atau sunnah muakkad. Bahkan Nabi memberikan sindiran kepada umatnya, bakhil, orang yang ketika mendengar namaku disebut dia tidak mengucapkan selawat kepadaku,” ujar Ustaz Abrar.

Beliau mengajak masyarakat menjadikan selawat sebagai bagian dari amalan sehari-hari, termasuk pada pagi dan sore hari. Selain selawat, umat juga dianjurkan memperbanyak istigfar dan tasbih sebagai bagian dari upaya memperbaiki diri.

Amalan kedua yang disampaikan Ustaz Abrar adalah berpuasa. Beliau merujuk pada kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang berpuasa pada hari Senin. Ketika ditanya mengenai alasan memilih hari tersebut, Nabi menjelaskan bahwa Senin merupakan hari kelahirannya sekaligus hari ketika beliau menerima wahyu.

“Rasa bersyukur kita dengan juga kita berpuasa. Puasa sunnah namanya. Ada Senin-Kamis itu puasa mingguan, ada juga puasa ayyamul bidh,” ucapnya.

Menurut Ustaz Abrar, puasa dapat menjadi salah satu bentuk rasa syukur dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Beliau juga mengingatkan bahwa berbagai bentuk kebaikan yang dilakukan seorang muslim pada hakikatnya akan kembali memberikan manfaat bagi dirinya sendiri.

Beliau mencontohkan, seseorang yang membantu meringankan beban orang lain sejatinya sedang membuka jalan bagi pertolongan Allah SWT. Karena itu, momentum Maulid tidak semestinya hanya diisi dengan perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal dan meningkatkan kepedulian kepada sesama.

Dalam dialog tersebut, Ustaz Abrar juga menekankan pentingnya memahami kecintaan kepada Rasulullah melalui pengamalan ajaran yang dibawa beliau. Nabi Muhammad SAW menjadi teladan dalam berbagai bentuk ibadah, mulai dari salat, puasa, hingga berbagai amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, menjawab pertanyaan pendengar, Ibu Nana dari Martapura mengenai cara mendapatkan rahmat Allah SWT, pembahasan Hikmah Subuh menegaskan pentingnya tidak hanya mengejar pahala, tetapi juga mengharapkan rahmat dan pertolongan Allah melalui ketaatan serta amal saleh.

Program Hikmah Subuh Pro 4 RRI Banjarmasin mengajak masyarakat menjadikan datangnya bulan Maulid sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Salah satunya dengan memperbanyak selawat, menjalankan puasa sunnah, serta membiasakan diri melakukan berbagai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....