Kesombongan Jadi Penghalang Ketaatan kepada Allah
- 12 Agt 2026 14:41 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Umat Islam diajak untuk menjauhi kesombongan dan memperkuat tauhid sebagai persiapan menghadapi berbagai ujian kehidupan.
- Ketaatan kepada Allah Swt, sikap tawadhu, dan penggunaan Al-Qur'an sebagai pedoman dianggap krusial dalam menjaga keimanan.
- Kajian tafsir Surah Al-Baqarah ayat 59 hingga 62 menjelaskan sikap Bani Israil terhadap perintah Allah dan pelajaran yang relevan bagi umat Islam modern.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Umat Islam diajak menjauhi kesombongan dan memperkuat tauhid sebagai bekal menghadapi berbagai ujian kehidupan. Ketaatan kepada Allah Swt, sikap tawadhu, serta menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dinilai penting untuk menjaga keimanan.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Dr. Adi Ansari, M.Pd.I., akademisi UIN Antasari Banjarmasin, dalam Program Kuliah Subuh RRI Pro 1 Banjarmasin, Rabu, 12 Agustus 2026. Kajian tersebut membahas tafsir Surah Al-Baqarah ayat 59 hingga 62 mengenai sikap Bani Israil terhadap perintah Allah dan pelajaran yang dapat diambil umat Islam.
"Kesombongan itu selendang Allah, sehingga manusia yang sombong akan dihinakan Allah," ucapnya. "Sebaliknya, orang yang tawadhu akan diangkat derajatnya."
Ustaz Adi Ansari menjelaskan kesombongan menjadi salah satu sebab Iblis terusir dari surga. Iblis menolak tunduk terhadap perintah Allah karena merasa lebih tinggi daripada Nabi Adam as.
"Yang namanya sombong ini nafsu dan merupakan ujian," ujarnya. "Kita adalah makhluk yang lemah dan penuh kekurangan."
Ia mengajak umat Islam menyadari kelemahan diri dan mengendalikan hawa nafsu ketika menghadapi berbagai ujian kehidupan. Menurutnya, manusia perlu menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dengan membaca serta memahami ayat demi ayat.
Surah Al-Baqarah ayat 59 menggambarkan akibat ketidaktaatan Bani Israil terhadap perintah Allah Swt. Mereka mendapat malapetaka akibat kefasikan dan sikap melanggar perintah Tuhan.
Sementara itu, ayat 60 hingga 61 mengingatkan berbagai nikmat Allah Swt yang diberikan kepada Bani Israil. Namun, mereka kemudian menunjukkan ketidaktaatan, banyak mengeluh, dan tidak mensyukuri nikmat tersebut.
"Al-Qur'an penyelamat bagi kita, maka bacalah dan pahami ayat demi ayat," ujarnya. "Allah adalah pelindung kita, jangan berharap kepada selain Allah."
Ustaz Adi Ansari mengatakan salat lima waktu menjadi wasilah untuk menjaga keterikatan manusia dengan Allah Swt. Ia mengajak masyarakat memperkuat tauhid agar mampu menghadapi berbagai ujian hingga akhir hayat.
"Semoga kita diberikan petunjuk Allah dalam menghadapi semua ujian," ujarnya. "Semoga dengan tauhid kepada Allah, kita selamat dan menjadi hamba yang saleh."
Program Kuliah Subuh disiarkan RRI Pro 1 Banjarmasin bekerja sama dengan LP2M UIN Antasari Banjarmasin. Kajian tafsir tersebut menjadi pengingat agar umat Islam menjadikan ketaatan, tawadhu, dan tauhid sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....