Kesalehan Spiritual Tercermin dalam Kehidupan Sosial
- 12 Agt 2026 14:51 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kesalehan tidak hanya terbatas pada ibadah pribadi seperti salat, zikir, dan ketenangan batin, tetapi juga meliputi dimensi sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
- Menurut H. Ibnu Araby, kesalehan sejati tercermin dari kemampuan seseorang menjalankan hak Allah sambil memenuhi hak-hak sesama manusia secara bersamaan.
- Kesalehan sosial merupakan aspek penting yang perlu diperdalam oleh umat Islam karena berkaitan dengan bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai spiritual dalam interaksi sosial.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kesalehan sering dipahami sebagai kedekatan spiritual seseorang melalui ibadah pribadi, seperti salat, zikir, dan ketenangan batin. Dosen Fakultas Ushuluddin, H. Ibnu Araby, M.Fil.I., menjelaskan kesalehan juga tercermin dari kemampuan seseorang menjalankan hak Allah sekaligus memenuhi hak sesama manusia.
"Untuk hak-hak dengan Allah sudah kita ketahui," ujarnya dalam Siaran Keagamaan RRI Pro 2 Banjarmasin, Selasa, 11 Agustus 2026. "Yang perlu kita dalami adalah hak-hak hambanya melalui kesalehan sosial."
Menurut Ibnu, kesalehan sosial merupakan kemampuan menerjemahkan ibadah pribadi menjadi perilaku yang memberikan manfaat bagi kehidupan bersama. Kualitas ibadah seseorang seharusnya tercermin melalui sikap, kepedulian, dan hubungan yang baik dengan lingkungan sekitarnya.
"Contohnya saat orang rajin salat tetapi ternyata masih suka menyakiti orang, artinya ada yang salah dengan ibadahnya," ujarnya. "Sehingga bisa kita lihat, sudahkah ibadah kita dapat melahirkan kesalehan sosial."
Ia menilai ibadah tidak hanya tercermin dari rutinitas, tetapi juga dari dampaknya terhadap perilaku kepada sesama. Salah satu bentuk sederhana kesalehan sosial dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap kebersihan diri, lingkungan, dan kenyamanan orang lain.
Islam memberikan perhatian terhadap kebersihan, mulai dari persiapan sebelum beribadah hingga menjaga lingkungan agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat. Kesalehan sosial hadir ketika kebaikan yang dilakukan seseorang mampu memberikan manfaat dan dirasakan orang lain secara nyata.
Ibnu mengingatkan kesalehan sosial harus dimulai dari diri sendiri dengan merasakan kebaikan sebelum membagikannya kepada lingkungan sekitar. Iman dan amal saleh berjalan berdampingan sehingga kesalehan spiritual dan sosial perlu dibangun secara beriringan untuk membentuk pribadi yang taat kepada Allah sekaligus bermanfaat bagi sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....