Doa Belum Terjawab, Tetap Yakin dan Terus Berikhtiar

  • 12 Agt 2026 11:42 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Keseimbangan antara ikhtiar spiritual dan logika rasional menjadi landasan utama umat Islam dalam menghadapi permohonan doa yang belum terpenuhi.
  • Ustadz Muhammad Rif'at dari UIN Antasari Banjarmasin mengingatkan masyarakat agar tidak bersangka buruk kepada Allah SWT saat keinginan belum terwujud.
  • Allah SWT Mahamengetahui kebutuhan hakiki hamba-Nya melebihi pengetahuan manusia yang terbatas, sehingga manusia hanya melihat keinginan hari ini sementara Allah melihat kebaikan masa depan secara utuh.

RRI.CO.ID, Banjarmasin: Keseimbangan antara ikhtiar spiritual dan logika rasional merupakan landasan utama umat Islam dalam menghadapi permohonan doa yang belum kunjung terpenuhi. Substansi tersebut menjadi fokus utama dalam siaran Tablig Udara RRI Pro 1 Banjarmasin pada Selasa, 11 Agustus 2026. Dengan tema "Ketika Do'a Belum Terjawab, Jangan Berhenti Mengetuk".

Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustadz Muhammad Rif'at, S.Ag., M.Ag., mengingatkan masyarakat agar tidak ber su'udzon kepada Allah SWT saat keinginan belum terwujud. Beliau memaparkan bahwa Allah SWT Mahamengetahui kebutuhan hakiki hamba-Nya melebihi batas pengetahuan manusia yang sangat terbatas. "Manusia hanya mampu melihat keinginan hari ini, sedangkan Allah Maha Melihat kebaikan masa depan secara utuh," ujarnya.

Ustadz Muhammad Rif'at, menguraikan tiga jalan pengabulan doa sebagaimana diterangkan dalam hadis Rasulullah SAW riwayat Imam Ahmad. Jawaban doa dapat berwujud pemenuhan langsung di dunia, tabungan pahala di akhirat, atau perlindungan dari berbagai musibah. Oleh sebab itu, tidak ada doa yang terbuang sia-sia bagi seorang muslim yang terus mengetuk pintu-Nya.

Mengulas pertanyaan pendengar mengenai fenomena kemalasan berpikir, Ustadz Muhammad Rif'at, S.Ag., M.Ag., menyoroti pentingnya peran logika dalam syariat. Beliau menegaskan bahwa memohon keselamatan atau keberhasilan wajib diiringi pemenuhan hukum sebab akibat seperti mematuhi aturan dan bekerja keras. "Logika tanpa doa memicu kesombongan, sementara doa tanpa logika akan memicu kemalasan berpikir," katanya.

Lebih jauh, Ustadz Rif'at, menjabarkan sejumlah momentum emas yang memiliki keutamaan tinggi agar permohonan mudah diijabah oleh Allah SWT. Beberapa waktu tersebut di antaranya saat sepertiga malam terakhir, ketika berpuasa dan berbuka, serta momen hujan turun. Memanfaatkan waktu-waktu mustajab merupakan bagian dari kesungguhan ikhtiar spiritual seorang hamba.

Ustadz Muhammad Rif'at, juga mengimbau pendengar untuk senantiasa mengoreksi diri dan memperbanyak tobat. Dosa yang menumpuk serta makanan dari rezeki haram menjadi penghalang utama mengalirnya rahmat dan ijabah doa. Pembersihan jiwa melalui istigfar merupakan cara terbaik membuka kembali pintu keberkahan yang tertutup.

Beliau mengajak masyarakat Kalimantan Selatan untuk pantang menyerah dalam memohon kebaikan. Ketekunan dalam berdoa diyakini membawa ketenangan jiwa dan menguatkan tawakal di tengah ujian kehidupan. Jangan pernah berhenti berdoa karena Allah SWT sedang menyiapkannya dengan cara yang paling indah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....