Dugaan Pelecehan Siswi di SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin, Disdik Angkat Bicara:

  • 08 Agt 2026 18:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Beredar dugaan pelecahan yang melibatkan seorang oknum guru SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin terhadap siswinya. Informasi ini kemudian beredar di kalangan orang tua siswa dan wali murid hingga memunculkan kekhawatiran.

Terlebih, guru yang disebut dalam informasi tersebut hingga kini masih aktif mengajar di sekolah. Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin pun turun tangan melakukan konfirmasi dan meminta klarifikasi kepada pihak sekolah terkait informasi yang beredar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan pihaknya telah meminta penjelasan langsung kepada Kepala SDN Teluk Dalam 3. Yakni terkait dugaan kejadian yang melibatkan guru dan peserta didik.

“Kami telah melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada kepala SDN Teluk Dalam 3. Terkait pemberitaan di beberapa media mengenai adanya kejadian pelecehan seksual terhadap peserta didik oleh oknum guru di sekolah tersebut,” ujar Ryan, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Berdasarkan klarifikasi sementara dari pihak sekolah, kejadian tersebut bermula ketika seorang peserta didik bertemu dengan guru yang sebelumnya pernah mengajarnya. Dalam pertemuan itu, terjadi interaksi antara guru dengan dua peserta didik.

Berdasarkan keterangan dari pihak-pihak yang telah dimintai klarifikasi, dalam rangkaian interaksi tersebut terjadi kontak pada bagian tubuh peserta didik. Namun, guru yang bersangkutan memberikan penjelasan bahwa kontak tersebut terjadi secara tidak disengaja dalam suasana menyapa dan bercanda.

“Guru yang bersangkutan telah memberikan penjelasan bahwa kontak tersebut terjadi secara tidak disengaja dalam suasana menyapa dan bercanda. Guru juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada peserta didik dan orang tuanya,” kata Ryan.

Pihak sekolah kemudian memfasilitasi pertemuan antara guru dan kedua orang tua peserta didik pada Rabu, 5 Agustus 2026. Pertemuan tersebut diisi dengan proses klarifikasi dan komunikasi antara pihak sekolah, guru yang bersangkutan, serta orang tua peserta didik.

Sementara itu, peserta didik disebut tetap mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasa setelah kejadian tersebut. Meski demikian, munculnya informasi dugaan pelecehan tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut interaksi antara tenaga pendidik dengan peserta didik.

Pihak sekolah kemudian menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi internal. Seluruh guru diingatkan agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan peserta didik, terutama berkaitan dengan kontak fisik dan batas profesional antara guru dan murid.

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin juga melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan persoalan tersebut ditangani secara objektif. “Kami mengutamakan perlindungan dan kenyamanan peserta didik. Kemudian memastikan penanganannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Ryan.

Dinas Pendidikan memastikan proses penanganan tidak hanya berfokus pada klarifikasi kejadian. Tetapi juga pada upaya menjaga keamanan, kenyamanan, serta hak peserta didik di lingkungan sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....