Tradisi Khataman Al-Qur'an Perkuat Syukur dan Keimanan

  • 07 Agt 2026 08:36 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Khataman Al-Qur'an adalah momentum untuk memperkuat rasa syukur dan keimanan umat Islam, bukan sekadar penanda selesainya membaca 30 juz.
  • Ustaz Muhammad Rasyad menekankan bahwa khataman seharusnya menjadi awal untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.
  • Program NGOBRAS RRI Pro 1 Banjarmasin bekerja sama dengan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kalimantan Selatan membahas tema tradisi syukur yang menguatkan iman.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Tradisi khataman Al-Qur'an menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur dan keimanan umat Islam. Khataman juga diharapkan menjadi awal untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt., bukan sekadar penanda selesainya membaca 30 juz.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Muhammad Rasyad dalam Program NGOBRAS RRI Pro 1 Banjarmasin, Kamis malam, 6 Agustus 2026. Program yang bekerja sama dengan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kalimantan Selatan itu mengangkat tema "Khataman Al-Qur'an, Tradisi Syukur yang Menguatkan Iman."

"Khataman Al-Qur'an bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal perjalanan untuk semakin dekat dengan Allah Swt. Setelah khatam, bacalah kembali Al-Qur'an dari awal," ujar Ustaz Muhammad Rasyad.

Ia mengatakan kesempatan menyelesaikan bacaan 30 juz merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk membaca Al-Qur'an hingga khatam karena berbagai keterbatasan.

Ustaz Muhammad Rasyad menjelaskan rasa syukur dapat diwujudkan dengan mengucapkan hamdalah, berdoa, serta menjaga kebiasaan membaca Al-Qur'an setiap hari. Nilai-nilai Al-Qur'an juga harus diamalkan sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

"Belajar Al-Qur'an sebaiknya dibimbing guru yang memiliki bacaan benar dan fasih," ucapnya. "Manfaatkan waktu selepas Magrib atau Isya untuk belajar Al-Qur'an bersama di masjid maupun musala."

Ia menjelaskan tradisi khataman di Banua, seperti menyajikan ketan dan telur, merupakan bagian dari budaya yang mengandung filosofi. Namun, tradisi tersebut bukan menjadi syarat utama dalam pelaksanaan khataman Al-Qur'an.

Ustaz Muhammad Rasyad mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur'an sebagai sahabat sepanjang kehidupan, bukan hanya dibaca pada bulan Ramadan atau saat khataman. Menurutnya, kebiasaan membaca Al-Qur'an akan menghadirkan ketenangan, memperkokoh keimanan, serta membawa keberkahan di dunia dan akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....