Tak Sekadar Cantik, Produk UMKM Banjarmasin Disaring Ketat dan Punya Daya Saing
- 07 Agt 2026 07:59 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Banjarmasin tak cukup hanya mengandalkan tampilan menarik. Kualitas, inovasi, nilai budaya hingga peluang menembus pasar yang lebih luas kini menjadi parameter penting agar produk lokal mampu bersaing.
Pesan itu ditegaskan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin, Neli Listriani, saat kegiatan Kurasi Mitra Dekranasda Kota Banjarmasin Tahun 2026 di Aula Rumah Kemasan. Kurasi tersebut menyasar produk pangan dan kriya dari para pelaku UMKM.
Produk yang dibawa peserta dievaluasi untuk mendorong peningkatan mutu, nilai tambah, sekaligus memperkuat daya saing produk unggulan Kota Banjarmasin. Neli menegaskan, proses kurasi bukan sekadar memilih produk berdasarkan kemasan maupun tampilannya.
Ada sejumlah aspek yang harus diperhatikan sebelum produk UMKM dinilai layak untuk dibawa menuju pasar yang lebih luas. "Melalui proses kurasi, kita tidak hanya menilai dari sisi estetika. Tetapi juga memperhatikan kualitas, inovasi, nilai budaya, serta potensi pasar dari setiap produk yang dihasilkan," kata Neli.
Menurutnya, kurasi sekaligus menjadi "uji kualitas" bagi pelaku UMKM untuk mengetahui kekurangan produknya. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk melakukan perbaikan dan inovasi secara berkelanjutan.
Terlebih, persaingan produk UMKM semakin terbuka. Produk lokal Banjarmasin tidak hanya berhadapan dengan produk dari daerah lain, tetapi juga harus dipersiapkan jika ingin mengambil peluang di pasar nasional hingga internasional.
“Karena itu kami menilai peningkatan standar mutu tidak bisa ditawar. Jika produk unggulan Banjarmasin ingin naik kelas,” ujarnya.
Dekranasda, lanjut dia, memiliki peran strategis dalam membina dan memberdayakan pengrajin serta pelaku UMKM. Pembinaan tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup melalui produk lokal yang memiliki kualitas dan nilai ekonomi.
Kurasi pun menjadi salah satu langkah untuk memastikan produk unggulan Banjarmasin tidak berhenti sebagai produk lokal. Tetapi memiliki standar dan karakter yang membuatnya mampu bersaing di pasar lebih besar.
Neli juga meminta kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, pelaku UMKM dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat. Sebab, pengembangan UMKM dinilainya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.
"Saya mengajak kita semua untuk terus bersinergi, berkolaborasi, dan berinovasi dalam mengembangkan potensi kerajinan daerah. Demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat identitas budaya kita," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....