Puncak Hari Anak Nasional 2026 di Banjarmasin, Warning untuk Orang Tua!
- 06 Agt 2026 12:56 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Kota Banjarmasin yang digelar di Aula Kayuh Baimbai berlangsung sederhana, hangat dan penuh keceriaan, Kamis, 06 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menegaskan kembali komitmen bersama dalam melindungi, mengasuh, dan menyiapkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas di hadapan para orang tua.
Sebagaimana tema diusung "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", Neli mengingatkan Peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. Tetapi ajakan untuk melakukan aksi nyata bagi tumbuh kembang anak.
"Tema tahun ini mengingatkan kita untuk tidak hanya mencintai anak dengan kata-kata, namun lewat tindakan nyata. Hal itu coba diwujudkan melalui pola pengasuhan yang baik, perlindungan dari berbagai risiko, serta pemberian pendidikan terbaik sejak usia dini," kata Neli.
Lebih jauh, Dirinya pun mengajak seluruh lapisan masyarakat, orang tua, hingga tenaga pendidik untuk dapat bersinergi mendukung tiga gerakan penting demi masa depan anak-anak. Yakni menyukseskan gerakan Wajib Belajar 13 Tahun dengan didahului satu tahun pra sekolah atau PAUD.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi terpenting dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak, sebab usia dini merupakan masa emas tumbuh kembang otak. Selain aspek akademik, keberhasilan masa depan anak juga ditentukan oleh pendalaman karakter 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan moral yang dibentuk secara konsisten melalui lingkungan terdekat.
"PAUD bukan sekedar tempat bermain tetapi ruang bagi anak belajar mengenal jati diri, belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan mengembangkan rasa keingintahuan. Anak yang memperoleh layanan PAUD yang berkualitas akan lebih siap memasuki bangku sekolah dasar baik dari segi akademik, sosial, maupun emosinya," ujarnya.
| Baca juga: Lelang Serentak Harat Banar 2026 |
Ia menambahkan pentingnya peran teladan dari para orang dewasa di sekitar anak. "Keteladanan dari orang tua dan guru adalah kunci utama. Anak belajar bukan hanya dari apa yang kita katakan, tetapi apa yang kita lakukan. Jadilah contoh yang baik dalam keseharian anak," ucapnya, menambahkan.
Terakhir, Bunda PAUD juga mengingatkan orang tua tentang pentingnya mengawasi serta membatasi penggunaan gawai agar tidak mengganggu kesehatan fisik maupun kemampuan interaksi sosial anak. Untuk menjaga keseimbangan tumbuh kembang anak, ia meminta para orang tua aktif mendampingi anak dan menghidupkan kembali aktivitas positif serta interaksi tatap muka di rumah.
"Gawai atau Handphone saat ini memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Penggunaan gawai berlebih tanpa pendampingan akan mengurangi waktu bermain, interaksi anak dengan keluarga hingga dapat mempengaruhi kesehatan fisik, kemampuan bersosialisasi, dan konsentrasi belajar anak," kata Neli, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....