BIAS Tingkatkan Imun Anak, Cegah Penyakit sejak Usia Sekolah
- 05 Agt 2026 16:34 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kembali dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesehatan peserta didik melalui pemberian vaksin. Program tahunan inisiasi dari Dinas Kesehatan ini juga bertujuan mengurangi risiko penularan penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi dan sebagai upaya perlindungan kesehatan lintas usia.
Dalam pelaksanaannya, BIAS menyasar seluruh anak usia sekolah, baik yang masih bersekolah maupun yang tidak mengenyam pendidikan formal. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan cakupan imunisasi tetap tinggi demi membentuk kekebalan kelompok di masyarakat.
Kepala Seksi Surveilans & Imunisasi Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Abdul Chaliq, S. Kep, MM mengatakan, BIAS dilaksanakan pada bulan Agustus, untuk siswa kelas 1 sekolah dasar akan menerima vaksin campak-rubela. Sementara itu, siswi kelas 5 dan 6 sekolah dasar juga menjadi sasaran pemberian vaksin untuk mencegah kanker leher rahim.
Program imunisasi kembali berlanjut pada November dengan pemberian vaksin tetanus difteri (TD). Siswa kelas 1 akan menerima vaksin TD, sedangkan siswa kelas 2 dan 5 mendapatkan vaksin Td yang memiliki kandungan berbeda meski sama-sama melindungi dari tetanus dan difteri.
Ia juga menjelaskan bahwa paradigma imunisasi saat ini menekankan pentingnya vaksin penguat setelah imunisasi dasar. Berdasarkan hasil penelitian, kekebalan tubuh yang terbentuk dari vaksin dapat menurun seiring waktu sehingga diperlukan pemberian booster agar perlindungan tetap optimal.
“Setelah vaksinasi diberikan memang akan muncul kekebalan tubuh. Tetapi seiring berjalannya waktu kekebalan tersebut dapat menurun sehingga perlu diberikan vaksin booster agar perlindungan tetap terjaga. Itu berdasarkan hasil penelitian jadi tidak ada paradigma tersebut secara tiba-tiba,” kata Abdul, Rabu 5 Agustus 2026.
Salah seorang warga Banjarmasin, Yunus, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program imunisasi tersebut. Menurutnya, vaksin gratis merupakan langkah positif untuk menjaga kesehatan anak selama pelaksanaannya dilakukan secara terbuka.
“Sebagai orang tua, kami tidak perlu takut dengan vaksin yang diberikan secara gratis kepada anak kita. Asalkan sebelumnya ada sosialisasi mengenai jenis vaksin yang akan diberikan sehingga kami memahami manfaatnya,” ujar Yunus.
Melalui pelaksanaan BIAS, pemerintah berharap semakin banyak anak memperoleh perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sinergi antara tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua dinilai menjadi kunci keberhasilan program dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan terlindungi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....