Jaga Lisan, Kunci Keharmonisan Keluarga
- 01 Sep 2026 19:34 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Menjaga lisan menjadi salah satu kunci penting dalam membangun keluarga yang harmonis dan penuh berkah.
- Keharmonisan keluarga tidak hanya ditentukan oleh kondisi rumah atau kelengkapan fasilitas, tetapi juga cara anggota keluarga berbicara dan memperlakukan satu sama lain.
- Ucapan yang lembut, nasihat yang santun, serta kebiasaan saling menghargai dapat menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman dan berkualitas.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Menjaga lisan menjadi salah satu kunci penting dalam membangun keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan. Ucapan yang lembut, nasihat yang santun, serta kebiasaan saling menghargai dapat menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman.
Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Hj. Mariyatul Norhidayati Rahmah, M.Si., dalam program Tabligh Udara RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 1 September 2026, mengatakan keharmonisan keluarga tidak hanya ditentukan oleh kondisi rumah atau kelengkapan fasilitas di dalamnya. Cara anggota keluarga berbicara dan memperlakukan satu sama lain turut menentukan kualitas hubungan.
“Lisan memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan keluarga karena dari ucapan bisa lahir ketenangan maupun pertengkaran,” ujarnya. “Ketika salam disampaikan dengan lembut, nasihat diberikan secara santun, dan pujian lebih sering terdengar daripada celaan, suasana keluarga akan menjadi lebih nyaman.”
Menurut Hj. Mariyatul, menjaga lisan perlu dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Setiap anggota keluarga perlu belajar memilih kata, menahan emosi, dan menghindari ucapan yang dapat merendahkan atau melukai perasaan orang lain.
“Jangan sampai rumah yang sudah dibangun dengan susah payah justru kehilangan ketenangannya karena ucapan yang tidak dijaga,” kata Hj. Mariyatul. “Keberkahan keluarga juga perlu dijaga melalui komunikasi yang baik, karena kata-kata yang keluar dari lisan dapat memengaruhi hati dan hubungan antaranggota keluarga.”
Ia mengatakan kebiasaan berbicara dengan baik juga dapat menjadi contoh bagi anak-anak dalam belajar menghormati orang tua, saudara, maupun orang lain. Sebaliknya, pertengkaran dan ucapan kasar yang terus berulang berpotensi membuat rumah terasa tidak nyaman meskipun secara fisik terlihat baik.
“Karena itu, mari biasakan lisan mengucapkan hal-hal yang menenangkan, memberikan nasihat tanpa menyakiti, dan menghindari sindiran maupun celaan,” ucap Hj. Mariyatul Norhidayati Rahmah. “Keluarga yang mampu menjaga lisannya akan lebih mudah membangun suasana yang penuh kasih sayang, saling menghargai, dan menjaga keberkahan bersama.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....