Takwa dan Ibadah Awal Mencapai Keberkahan dalam Keluarga
- 04 Agt 2026 04:43 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Keberkahan dalam keluarga tidak selalu diukur dari banyaknya harta atau minimnya persoalan. Keluarga yang diberkahi justru lahir dari ketakwaan kepada Allah SWT, dipenuhi kasih sayang, serta menjadikan ibadah sebagai pondasi kehidupan.
"Keluarga merupakan nikmat besar dari Allah SWT. Kehidupan rumah tangga yang diberkahi akan menghadirkan ketenangan, kasih sayang, dan kebahagiaan yang tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi jalan menuju keselamatan di akhirat," kata Ustaz H. Asfiani Norhasani, Lc., M.H dalam siaran Hikmah Subuh Pro 4 RRI Banjarmasin, Senin, 3 Agustus 2026
Hikmah Subuh mengangkat topik "Mencapai Keberkahan dalam Keluarga". Keberkahan kata Asfiani berarti bertambahnya kebaikan yang diberikan Allah dan membawa manfaat yang luas serta berkelanjutan. Karena itu, keluarga yang berkah bukanlah keluarga yang bebas dari ujian, melainkan keluarga yang senantiasa dekat kepada Allah dan menjalani kehidupan dalam ketaatan.
"Keberkahan bukan berarti hidup tanpa masalah. Keluarga yang berkah adalah keluarga yang selalu mendekatkan diri kepada Allah, hidup dalam ketaatan, serta memperoleh ketenangan hati," ujarnya, menerangkan.
Menurutnya, langkah pertama untuk menghadirkan keberkahan adalah membangun rumah tangga di atas pondasi takwa. Ketakwaan akan mendorong seluruh anggota keluarga menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
"Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Talaq ayat 2–3 tentang janji Allah memberikan jalan keluar dan rezeki bagi orang yang bertakwa," katanya, menjelaskan.
Selain itu, Ustaz Asfiani menekankan pentingnya menegakkan ibadah di dalam rumah. Kebiasaan melaksanakan salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan berdoa bersama akan menjadikan rumah dipenuhi rahmat Allah sekaligus mempererat hubungan antaranggota keluarga.
"Rumah yang dipenuhi ibadah akan menjadi tempat yang penuh cahaya dan keberkahan. Rasulullah SAW juga menganjurkan agar sebagian salat dilaksanakan di rumah sehingga rumah tidak seperti kuburan," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ustaz Asfiani mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang dilandasi kasih sayang dan saling menghormati. Suami dan istri harus saling memuliakan, sementara anak-anak diajarkan untuk berbakti kepada orang tua.
"Di samping itu, keluarga juga wajib menjaga kehalalan rezeki karena harta yang diperoleh dengan cara halal menjadi salah satu sumber keberkahan dalam rumah tangga," ucap ustaz Asfiani.
Sikap syukur ketika memperoleh nikmat dan sabar saat menghadapi ujian juga menjadi ciri keluarga yang diberkahi Allah. Untuk itu setiap keluarga hendaknya senantiasa memperbanyak doa, khususnya doa yang diajarkan dalam Surah Al-Furqan ayat 74 agar pasangan dan keturunan menjadi penyejuk hati serta pemimpin bagi orang-orang bertakwa.
"Setiap keluarga muslim terus berupaya menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Keberkahan keluarga harus diusahakan melalui keimanan, ibadah, akhlak mulia, rezeki yang halal, serta doa yang tidak pernah putus, sehingga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah hingga akhir hayat," ujar ustaz Asfiani berharap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....