Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Kampanye Pekan Menyusui di Banjarbaru
- 03 Agt 2026 14:24 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Dukungan pemerintah melengkapi edukasi menyusui dengan promosi gizi keluarga
- AIMI Kalsel mengajak seluruh pihak menjaga keberlanjutan gerakan menyusui
- Kolaborasi lintas sektor memperkuat kampanye Pekan Menyusui Dunia 2026
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kolaborasi berbagai pihak menjadi kekuatan utama dalam Kampanye Pekan Menyusui Dunia 2026 di Banjarbaru. Dukungan pemerintah, komunitas, dan masyarakat menunjukkan bahwa keberhasilan menyusui membutuhkan keterlibatan lintas sektor.
Kegiatan yang digelar AIMI Kalimantan Selatan di kawasan Car Free Day Lapangan Murjani, Minggu, 2 Agustus 2026, menghadirkan edukasi, konseling menyusui gratis, hingga pembagian makanan olahan ikan kepada pengunjung. Sinergi tersebut memperkuat pesan bahwa menyusui berkaitan erat dengan kesehatan, gizi, dan pembangunan berkelanjutan.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Nadiyah, mengatakan menyusui memiliki hubungan erat dengan pemenuhan gizi keluarga, khususnya melalui konsumsi protein hewani. Menurutnya, produk perikanan dan kelautan menjadi salah satu sumber protein yang penting untuk mendukung kesehatan ibu dan anak.
“Menyusui sangat erat hubungannya dengan asupan protein hewani sebagai bagian dari pangan bergizi seimbang dan salah satu sumber utamanya ada pada produk perikanan dan kelautan,” ujar Nadiyah. “Keterlibatan ini menegaskan bahwa mendukung menyusui bukan hanya ranah kesehatan, melainkan juga ketahanan pangan dan gizi keluarga, sejalan dengan semangat Pekan Menyusui Dunia 2026 yang menautkan menyusui dengan pembangunan berkelanjutan.”

Sementara itu, Wakil Ketua AIMI Kalimantan Selatan, Susan Meiliana, mengatakan kampanye tahun ini mengusung empat pilar, yakni menginformasikan, mengukuhkan, melibatkan, dan menggerakkan. Pilar tersebut menjadi dasar seluruh rangkaian kegiatan sekaligus mendorong semakin banyak pihak berpartisipasi dalam mendukung ibu menyusui.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Justru dari acara ini kami melihat betapa banyak pihak yang sebenarnya peduli, dari pemerintah daerah, dinas, hingga masyarakat biasa. Harapan kami, semangat kolaborasi ini terus berlanjut,” ujar Susan Meiliana. “Pintu AIMI Kalsel selalu terbuka. Kalau ada institusi, dunia usaha, atau komunitas yang ingin bersama-sama memperkuat dukungan menyusui, mari bergandengan. Rantai dukungan ini makin kuat kalau makin banyak yang memegangnya.”
Menurut Susan, dukungan terhadap ibu menyusui tidak boleh berhenti setelah kampanye berakhir. Ia berharap semangat kolaborasi terus terjaga sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dalam meningkatkan kesehatan ibu, anak, dan kualitas generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....