Ratusan Warga Ramaikan Pekan Menyusui 2026 di Banjarbaru

  • 03 Agt 2026 09:49 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kampanye Pekan Menyusui Dunia 2026 di Banjarbaru dihadiri lebih dari 200 pengunjung di kawasan Car Free Day Lapangan Murjani pada Minggu, 2 Agustus 2026.
  • Kegiatan mencakup layanan konseling menyusui gratis, edukasi interaktif, photo challenge, dan pembagian makanan olahan ikan yang diselenggarakan AIMI Kalimantan Selatan.
  • Kolaborasi Pemerintah Kota Banjarbaru dan Dinas Kelautan dan Perikanan menunjukkan komitmen multi-sektor dalam mendukung kesuksesan menyusui berkelanjutan di masyarakat.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kampanye Pekan Menyusui Dunia 2026 di Banjarbaru mendapat sambutan hangat dari masyarakat dengan dihadiri lebih dari 200 pengunjung di kawasan Car Free Day Lapangan Murjani, Minggu, 2 Agustus 2026. Beragam kegiatan edukatif menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat dukungan terhadap ibu menyusui secara berkelanjutan.

Kegiatan yang digelar AIMI Kalimantan Selatan itu menghadirkan layanan konseling menyusui gratis, edukasi interaktif, photo challenge, hingga pembagian makanan olahan ikan kepada masyarakat. Kolaborasi bersama Pemerintah Kota Banjarbaru dan Dinas Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa keberhasilan menyusui membutuhkan dukungan berbagai pihak.

“Banyak keluarga memanfaatkan layanan konseling gratis, bahkan remaja ikut antusias mengikuti edukasi dan kuis yang kami siapkan,” ujar Ketua Panitia Kampanye Pekan Menyusui Dunia 2026 AIMI Kalimantan Selatan, Irma Oktavianita. “Antusiasme itu menjadi bukti bahwa isu menyusui bukan hanya urusan ibu, tetapi juga perhatian masyarakat luas.”

Ketua Panitia Pekan Menyusui Sedunia AIMI Kalsel 2026, Irma Oktavianita. (Foto: Humas AIMI Kalsel)

Selain memberikan informasi dasar mengenai menyusui, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya membangun lingkungan yang mendukung ibu menyusui. Edukasi disampaikan oleh Konselor Menyusui AIMI Kalimantan Selatan, Tias Aditya, untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman yang masih berkembang di tengah masyarakat.

“Masih banyak yang percaya ada makanan tertentu yang secara langsung memperbanyak ASI, padahal yang paling menentukan adalah frekuensi dan efektivitas menyusui,” kata Tias Aditya. “Semakin sering bayi menyusu, semakin besar pula produksi ASI karena tubuh bekerja berdasarkan prinsip supply and demand.”

Sementara itu, Wakil Ketua AIMI Kalimantan Selatan, Susan Meiliana, mengatakan Pekan Menyusui Dunia tahun ini mengusung semangat pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan gizi, ketahanan pangan, dan kualitas kesehatan keluarga. Empat pilar kampanye, yakni menginformasikan, mengukuhkan, melibatkan, dan menggerakkan, menjadi landasan seluruh rangkaian kegiatan.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut karena mendukung menyusui tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja,” ujar Susan Meiliana. “Semakin banyak pihak yang bergandengan tangan, semakin kuat pula rantai dukungan bagi para ibu menyusui.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....