Makna Kemerdekaan Sejati, Bebas dari Dosa dan Hawa Nafsu

  • 02 Agt 2026 11:31 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kemerdekaan sejati dalam pandangan Islam bukan hanya terbebas dari penjajahan fisik, melainkan juga bebas dari dosa dan belenggu hawa nafsu.
  • Ketakwaan menjadi fondasi utama agar seseorang mampu meraih kebebasan yang hakiki dalam kehidupan.
  • Kebebasan sejati diperoleh ketika seseorang mampu mengendalikan diri agar tetap berada dalam keridaan Allah Swt.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kemerdekaan sejati dalam pandangan Islam tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari dosa dan belenggu hawa nafsu. Ketakwaan menjadi fondasi utama agar seseorang mampu meraih kebebasan yang hakiki dalam kehidupan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustazah Hj. Murtajiah, S.Th.I., M.Pd.I. dalam acara Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin, Minggu, 2 Agustus 2026. Menurutnya, kebebasan sejati diperoleh ketika seseorang mampu mengendalikan diri agar tetap berada dalam keridaan Allah Swt.

“Kemerdekaan sejati itu bukan berarti bebas melakukan apa saja,” ujar Ustazah Murtajiah. “Tetapi bebas dari hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah Swt.”

Ia menjelaskan bahwa hati yang dipenuhi ketakwaan akan menghadirkan ketenangan dan kebebasan yang sesungguhnya. Sebaliknya, seseorang yang masih dikuasai kesombongan, hawa nafsu, dan kemaksiatan belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan.

Menurutnya, tantangan umat Islam pada era modern bukan lagi penjajahan secara fisik. Tantangan terbesar justru berbagai godaan yang dapat merusak akhlak dan melemahkan keimanan.

Ustazah Murtajiah mengatakan hawa nafsu yang tidak dikendalikan dapat menyeret manusia kepada berbagai bentuk kemaksiatan. Karena itu, setiap muslim dituntut untuk senantiasa bertobat dan menjadikan ketakwaan sebagai pengendali dalam menjalani kehidupan.

Ia mengutip firman Allah Swt dalam QS An-Nazi'at ayat 40-41 yang menjelaskan bahwa orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan mampu menahan hawa nafsunya akan memperoleh surga sebagai tempat tinggalnya.

“Hawa nafsu itu sendiri justru sering menjadi musuh terbesar manusia,” katanya. “Itulah pentingnya kita memperkuat iman dan memperbanyak istigfar agar tidak mudah melakukan kemaksiatan.”

Ustazah Murtajiah menegaskan bahwa ketakwaan akan membentuk pribadi yang lebih mampu mengendalikan keinginan, memperbanyak rasa syukur, menjaga lisan, serta menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ustazah Murtajiah mengajak umat Islam menjadikan momentum kemerdekaan bangsa sebagai sarana bermuhasabah. Menurutnya, semangat kemerdekaan hendaknya diwujudkan dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

“Momentum kemerdekaan bangsa sekaligus menjadi waktu yang tepat untuk bermuhasabah,” ujarnya. “Jangan hanya mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumah, tetapi kibarkan pula panji keimanan dengan menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah Swt.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....