Sejarah Islam Mencatat Banyak Peristiwa Penting di Bulan Safar

  • 30 Jul 2026 11:49 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Bulan Safar menyimpan peristiwa besar dalam sejarah Islam yang penuh dengan nilai keteguhan dan perjuangan, bertentangan dengan pandangan yang menganggapnya sebagai bulan yang identik dengan kemalangan.
  • Pernikahan Rasulullah SAW dengan Sayyidatina Khadijah dan pernikahan Sayyidatina Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib terjadi pada bulan Safar, menunjukkan pentingnya bulan tersebut dalam peradaban Islam.
  • Awal perjalanan hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah berlangsung pada bulan Safar, menjadikan bulan ini sebagai periode bersejarah yang sangat signifikan bagi umat Muslim.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bulan Safar menyimpan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam yang mencerminkan nilai perjuangan dan keteguhan. Karena itu, anggapan bahwa bulan Safar identik dengan kesialan dinilai tidak sesuai dengan ajaran maupun fakta sejarah Islam.

Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustazah Dr. Hj. Mariani, S.H., M.Ag., dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Minggu, 26 Juli 2026. Menurutnya, sejumlah peristiwa bersejarah terjadi pada bulan Safar.

"Awal perjalanan hijrah Rasulullah saw dari Makkah ke Madinah juga berlangsung pada bulan Safar," ujar Ustazah Mariani. “Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa bulan Safar merupakan bagian penting dalam sejarah Islam.”

Ia menjelaskan, bulan Safar juga menjadi waktu terjadinya sejumlah peristiwa penting lainnya, seperti Perang Abwa, Penaklukan Khaibar, dan pengutusan pasukan Usamah bin Zaid. Selain itu, pernikahan Rasulullah saw dengan Sayyidatina Khadijah serta pernikahan Sayyidatina Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib juga disebut berlangsung pada bulan Safar.

Menurutnya, sejumlah ulama besar dan tokoh Islam juga lahir pada bulan Safar. Di antaranya Imam An-Nawawi, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, hingga KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul.

"Fakta tersebut menunjukkan bahwa bulan Safar tidak identik dengan kesialan. Sebaliknya, banyak peristiwa dan tokoh besar yang memiliki kaitan dengan bulan ini," katanya.

Ustazah Mariani juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kemurnian akidah dalam menyikapi tradisi yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, budaya lokal dapat dilestarikan selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan tidak mengandung keyakinan yang mengarah pada kemusyrikan.

Ia mengajak umat Islam untuk senantiasa memanjatkan doa secara langsung kepada Allah Swt. serta memperbanyak amal saleh. Menurutnya, bulan Safar hendaknya dijadikan momentum untuk meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial.

"Jadikan bulan Safar sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt," ucap Ustazah Mariani. “Bulan ini juga menjadi momentum untuk meraih keberkahan melalui ibadah dan amal kebaikan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....