Sakit Menjadi Momentum Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
- 31 Jul 2026 12:45 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sakit tidak hanya dipandang sebagai ujian, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam menghadapi kondisi tersebut, umat Islam dianjurkan untuk tetap berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah atas setiap ketetapan-Nya.
Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustadz Prof. Dr. H. Mahyuddin Barnie, M.Ag., dalam program Kuliah Subuh pada Jumat, 31 Juli 2026.
Menurut Mahyuddin Barnie, langkah pertama yang perlu dilakukan ketika seseorang ditimpa sakit adalah menumbuhkan husnuzan kepada Allah SWT. Keyakinan bahwa setiap ketetapan Allah mengandung hikmah dan rahmat akan membantu seseorang menjalani ujian dengan hati yang lebih tenang dan penuh keikhlasan
“Jadikan Sabar dan Shalat sebagai Penolong. Sabar bukan berarti pasif, melainkan menahan diri dari mengeluh yang berlebihan atau menyalahkan takdir, sembari terus berikhtiar,” ujarnya.
Mahyuddin juga mengatakan perbanyak doa, istigfar, dan sedekah dengan mengamalkan doa-doa kesembuhan yang diajarkan Rasulullah SAW
“Jadikan sakit sebagai waktu untuk muhasabah (introspeksi diri) dan beristighfar atas penyakit hati yang mungkin selama ini luput dari perhatian,” ucapnya.
Mahyudin menjelaskan bahwa mengunakan sedekah sebagai ikhtiar spiritual, sebagaimana sabda Nabi SAW dalam Hadist Riwayat Abu Dawud "Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah."
“Setelah semua upaya medisdan upaya spiritual dilakukan secara maksimal, langkah terakhir adalah tawakal,” ucapnya.. “Lepaskan kecemasan akan hasil akhir dan serahkan kesembuhan mutlak kepada Allah SWT,”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....