BNNK Ajak Generasi Muda Waspadai Circle Toxic, Pilih Lingkungan Positif

  • 31 Jul 2026 07:01 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarbaru mengingatkan generasi muda agar lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan. Hal ini penting sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika yang kian meningkat, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa.

"Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran tersebut, BNNK Banjarbaru terus mengedukasi generasi muda melalui berbagai kegiatan penyuluhan.," kata PSM Ahli Pertama BNNK Banjarbaru, Deni Rahmat Kurniawan pada acara Stop Narkoba, Judol & Korupsi di RRI Pro 2 Banjarmasin, Kamis 30 Juli 2026.

Deni menjelaskan masa remaja hingga dewasa merupakan awal fase pencarian jati diri yang membuat seseorang rentan terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Dalam kondisi tersebut, peran teman sebaya menjadi sangat signifikan dalam membentuk pola pikir dan perilaku.

Deni mengungkapkan adanya fenomena circle toxic dan circle support yang kini berkembang di tengah masyarakat. Circle toxic diartikan sebagai lingkungan pertemanan yang cenderung mendorong perilaku negatif, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, hingga mencoba narkotika.

“Ajakan yang terdengar sederhana seperti ‘cuma sekali’ atau ‘biar kelihatan keren’ dapat menjadi awal dari penyalahgunaan narkotika yang berujung pada ketergantungan,” ujarnya.

Di sisi lain, Deni juga memaparkan data Survei Prevalensi Nasional Tahun 2025 yang dilakukan oleh BNN bersama BRIN dan BPS. Berdasarkan data tersebut, angka penyalahgunaan narkotika meningkat dari 1,73 persen pada 2023 menjadi 2,11 persen pada 2025.

"Atau setara dengan sekitar 4,15 juta penduduk Indonesia usia 15 hingga 64 tahun yang pernah terpapar narkotika," ucapnya.

Sementara itu, Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Banjarbaru, Selamat, menekankan pentingnya membangun circle support sebagai langkah pencegahan. Selamat menjelaskan, circle support merupakan lingkungan pertemanan yang memberikan dukungan positif serta mendorong individu untuk berkembang ke arah yang lebih baik.

"Data BNN Tahun 2025 menunjukkan penyalahguna narkotika berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai swasta, hingga masyarakat umum. Dengan demikian, setiap individu memiliki risiko yang sama apabila berada dalam lingkungan yang tidak sehat," ujar Selamat, menjelaskan.

Oleh sebab itu, Selamat menegaskan pentingnya keberanian untuk menolak ajakan negatif serta kemampuan dalam memilih pergaulan yang sehat. Sikap tersebut juga perlu disertai kesadaran untuk mencari bantuan ketika menghadapi tekanan dari lingkungan.

“Apabila menghadapi tekanan dari teman untuk mencoba narkotika, beranilah mengatakan tidak dan segera mencari bantuan kepada keluarga, guru, dosen, atau petugas BNN,” katanya.

Lebih jauh, Selamat menambahkan, membangun lingkungan pertemanan yang positif dapat dimulai dari diri sendiri. Diantaranya adalah dengan memilih teman yang memiliki kebiasaan baik serta tujuan hidup yang jelas.

"Unrtuyk itu generasi muda dianjurkan untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan produktif, seperti berorganisasi, berolahraga, maupun mengembangkan keterampilan," katanya, mengingatkan.

BNNK mengajak generasi muda meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya memilih lingkungan pertemanan yang sehat semakin meningkat. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka penyalahgunaan narkotika sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang produktif dan bebas dari narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....