ABK Diduga Jatuh dari Tugboat di Perairan Bunati, Tim SAR Lakukan Pencarian

  • 30 Jul 2026 10:52 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Tanah Bumbu - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin menggelar operasi SAR terhadap seorang awak kapal Tug Boat (TB) Jhoni 32 yang diduga jatuh di Perairan Bunati, Kabupaten Tanah Bumbu. Informasi peristiwa ini diterima petugas dari pihak perusahaan kapal pada Rabu, 29 Juli 2026 pukul 14.45 Wita.

Korban berinisial YT berusia 24 tahun yang merupakan warga Batulicin ini dilaporkan hilang saat kapal sedang bersandar. Hingga saat ini, pemuda tersebut masih dalam proses pencarian intensif oleh tim gabungan.

Kronologi kejadian bermula pada Selasa, 28 Juli 2026 sekitar pukul 06.30 Wita ketika rekan kapal menemukan telepon genggam milik korban tergeletak di meja mess room. Namun, saat diperiksa ke seluruh bagian kapal, keberadaan korban tidak ditemukan dan diduga kuat terjatuh ke laut.

Usai menerima laporan resmi, Kantor SAR Banjarmasin langsung memberangkatkan lima personel tim rescue dari Unit Siaga SAR Batulicin menuju lokasi kejadian. Tim bergerak menggunakan Rescue Carrier dan membawa armada rubber boat serta dua set peralatan selam untuk menyisir area perairan.

Operasi pencarian ini turut melibatkan unsur gabungan dari Satpolair Polres Tanah Bumbu, TNI AL, serta pihak perusahaan. Penyisiran difokuskan pada lokasi perkiraan titik awal korban jatuh serta pemantauan area perairan yang menjadi arah arus laut.

SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menjelaskan seluruh unsur telah bergerak untuk mengoptimalkan pencarian di lapangan. Meskipun kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan, hingga kini belum ada kendala berarti yang menghambat pergerakan tim.

"Tim telah kami kerahkan menuju lokasi kejadian dengan membawa personel dan peralatan yang diperlukan. Operasi pencarian dilaksanakan secara terkoordinasi bersama seluruh unsur SAR gabungan guna memaksimalkan peluang menemukan korban secepat mungkin," ujarnya dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau masyarakat, terutama yang bekerja di wilayah perairan agar selalu mengutamakan keselamatan kerja. Penggunaan alat pelindung diri sesuai prosedur menjadi langkah penting untuk diperhatikan.

"Segera melaporkepada Basarnas atau instansi terkait apabila terjadi kondisi darurat. Tujuannya agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat," ujarnya I Putu Sudayana menambahkan.

Upaya penyisiran di sekitar Perairan Bunati dipastikan akan terus dilanjutkan hingga korban berhasil ditemukan. Pihak Basarnas juga akan terus memperbarui perkembangan hasil operasi pencarian di lapangan secara berkala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....