ASI Bangun Generasi Sehat sejak Hari Pertama
- 30 Jul 2026 06:44 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- ASI menjadi fondasi penting dalam membentuk kesehatan dan kualitas sumber daya manusia sejak awal kehidupan
- Keberhasilan menyusui membutuhkan dukungan keluarga, lingkungan kerja, dan edukasi yang benar
- AIMI Kalsel mengajak masyarakat memperkuat praktik menyusui demi generasi yang lebih sehat dan tangguh
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sejak hari pertama kehidupan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. Keberhasilan menyusui juga menjadi bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang kuat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Menyusui adalah awal kehidupan yang berkelanjutan karena nutrisi yang diterima bayi sejak lahir akan memberikan dampak sepanjang hidupnya. Oleh sebab itu, hak ibu untuk menyusui dan hak bayi memperoleh ASI harus didukung bersama agar manfaatnya dapat dirasakan hingga masa depan," kata Chairunnisa, S.Kep., Ns., AMANI, Ketua Divisi Edukasi dan Pelatihan AIMI Daerah Kalimantan Selatan dalam Ngobrol Bareng Komunitas RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa 28 Juli 2026.
Dikatakan, menyusui tidak hanya berperan sebagai pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga menjadi dasar pembentukan daya tahan tubuh, perkembangan otak, serta ikatan emosional antara ibu dan anak. Keberhasilan proses tersebut dinilai memerlukan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, hingga masyarakat agar hak ibu menyusui dan hak bayi memperoleh ASI dapat terpenuhi secara optimal.
Nisa sapaan akrabnya juga menyebutkan bahwa kolostrum atau ASI pertama merupakan cairan yang sangat berharga karena mengandung antibodi tinggi yang membantu melindungi bayi dari berbagai infeksi. Karena itu, inisiasi menyusu dini dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan menjadi langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menekan risiko stunting.
| Baca juga: Dukungan Menyusui Butuh Peran Semua Pihak |
"Kolostrum merupakan cairan emas yang hanya tersedia pada hari-hari pertama setelah persalinan. Kesempatan itu tidak boleh terlewat karena menjadi bekal awal bayi memperoleh perlindungan alami sekaligus fondasi kesehatannya," kata Chairunnisa.
Sementara itu, anggota Divisi Edukasi dan Pelatihan AIMI Kalsel, Yantie, Amd.Keb mengatakan, selain memberikan manfaat bagi bayi, menyusui juga berkontribusi terhadap kesehatan ibu, mulai dari membantu pemulihan pascamelahirkan hingga menurunkan risiko beberapa penyakit. Di sisi lain, keberhasilan menyusui turut mengurangi beban ekonomi keluarga, menekan biaya kesehatan, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
"ASI bukan sekadar makanan, tetapi merupakan proses yang membangun rasa aman, kedekatan emosional, dan kesehatan ibu maupun bayi. Karena itu, setiap ibu perlu memperoleh informasi yang benar, keterampilan menyusui, serta dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan agar perjalanan menyusui dapat berlangsung dengan baik," ucap Yantie.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....