Musim Kemarau, Warga Banjarmasin Diminta Waspadai Kebakaran

  • 29 Jul 2026 12:21 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Musim kemarau dengan kondisi cuaca yang terik menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran permukiman. Terlebih, sebagian besar rumah di Kota Banjarmasin masih menggunakan material kayu yang mudah terbakar apabila terkena sumber api.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin, Marliansyah, SE., M.Ab., dalam program Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurutnya, salah satu penyebab kebakaran yang sering terjadi adalah aktivitas membakar sampah di lahan kosong. Meskipun lahan di wilayah perkotaan relatif terbatas, kebiasaan tersebut tetap berisiko apabila api tidak terpantau dan menyebar ke bangunan sekitar.

Selain itu, Marliansyah menyebut korsleting listrik dan kebocoran tabung gas juga menjadi penyebab kebakaran yang perlu diwaspadai masyarakat. Warga diminta tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik maupun peralatan rumah tangga yang berpotensi memicu percikan api.

"Kadang-kadang, kalau diperhatikan, sakelar atau colokan listrik bisa memercikkan api," ujar Marliansyah. "Dan apabila tercium bau gas di dapur, segera buka pintu dan jendela, matikan seluruh aliran listrik, lalu bawa tabung gas ke luar rumah sampai baunya hilang."

Sementara itu, Wakil Ketua Laung Kuning Banjarmasin, Rahman, mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan terkait pencegahan kebakaran. Ia mengimbau warga tidak membuang puntung rokok sembarangan serta memastikan kompor telah mati sebelum meninggalkan rumah.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang masih menggunakan kayu bakar agar memastikan bara api benar-benar padam. Menurutnya, kelalaian kecil dapat menyebabkan api cepat menyebar dan membahayakan lingkungan sekitar.

Marliansyah dan Rahman menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah utama dalam mengurangi risiko kebakaran. Masyarakat juga diimbau menjaga keberadaan sumber air seperti sungai atau kolam kecil di lingkungan permukiman agar dapat membantu penanganan apabila terjadi kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....