Alih Fungsi Lahan Berpotensi Ancam Ketahanan Pangan Daerah
- 28 Jul 2026 12:27 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Alih fungsi lahan pertanian produktif di Kalimantan Selatan terus meningkat seiring dengan pesatnya pembangunan pemukiman dan pertokoan.
- Kawasan sentra lumbung padi seperti Gambut dan koridor Palnam yang dulunya didominasi sawah produktif kini berganti fungsi menjadi perumahan dan bangunan komersial.
- Perubahan fungsi lahan secara masif berpotensi mengancam ketersediaan pangan lokal dan mengurangi sumber daya pertanian strategis daerah.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Alih fungsi lahan pertanian produktif di Kalimantan Selatan dinilai perlu menjadi perhatian bersama. Perubahan lahan pertanian menjadi kawasan permukiman dan pertokoan dikhawatirkan dapat memengaruhi ketahanan pangan daerah.
Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz Dr. Saifuddin, M.Ag., dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 24 Juli 2026. Menurutnya, berkurangnya lahan pertanian produktif dapat mengancam ketersediaan pangan apabila tidak diimbangi dengan upaya pengelolaan yang berkelanjutan.
"Lahan pertanian di pinggir jalan kini banyak yang hilang dan berganti menjadi bangunan maupun perumahan," ujar Ustaz Saifuddin. “Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena berdampak pada ketersediaan lahan produktif.”
Ia menjelaskan, ajaran Islam mengingatkan agar lahan produktif tidak dibiarkan telantar. Pemilik tanah dianjurkan mengolah lahannya sendiri atau bekerja sama dengan pihak lain agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, masih banyak petani yang mengalami keterbatasan akses terhadap lahan, sementara sebagian lahan produktif belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut dinilai perlu diatasi melalui kerja sama antara pemilik lahan dan para petani.
"Pengusaha dan petani perlu bergandengan tangan memanfaatkan lahan produktif. Kemitraan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan bersama," katanya.
Selain kerja sama, Ustaz Saifuddin menilai pengembangan sektor pertanian juga memerlukan dukungan teknologi serta upaya menjaga kesuburan tanah. Edukasi mengenai penggunaan pupuk organik dan teknik budidaya yang tepat menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas lahan.
Ustaz Saifuddin mengajak masyarakat menjaga keberlanjutan lahan pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. Menurutnya, mengelola lahan secara produktif juga merupakan bentuk amanah yang membawa manfaat bagi masyarakat.
"Memakmurkan bumi merupakan amanah keagamaan yang harus dijaga bersama," ucap Ustaz Saifuddin. “Upaya tersebut akan membawa keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Selatan.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....