Ketahanan Pangan Dimulai dari Pemanfaatan Lahan Produktif
- 28 Jul 2026 12:12 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Islam telah memberikan pedoman tegas sejak 14 abad lalu mengenai larangan menelantarkan tanah produktif sebagai solusi ketahanan pangan global.
- Rasulullah SAW melarang pembiaran lahan produktif menjadi lahan tidur, dan pemilik tanah diperintahkan untuk mengelolanya sendiri atau menyerahkannya kepada saudaranya.
- Pengelolaan lahan produktif berbasis kesadaran religius dan sosial merupakan pendekatan konkret dalam menghadapi isu ketahanan pangan yang menjadi perhatian dunia.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ketahanan pangan menjadi isu penting yang memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Dalam ajaran Islam, pengelolaan lahan secara produktif juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemaslahatan bersama.
Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz Dr. Saifuddin, M.Ag., dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 24 Juli 2026. Menurutnya, Islam telah mengajarkan pentingnya memanfaatkan lahan produktif agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Rasulullah saw melarang pemilik tanah membiarkan lahannya tidak dimanfaatkan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, pemilik tanah dianjurkan mengolah lahannya sendiri atau menyerahkannya kepada orang lain untuk dikelola.
"Barang siapa memiliki sebidang tanah hendaknya ia mengolahnya atau meminjamkannya kepada saudaranya agar memberi manfaat. Ajaran ini menunjukkan pentingnya memanfaatkan lahan secara produktif," ujar Ustaz Saifuddin.
Menurutnya, ajaran tersebut relevan dengan upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional. Pemanfaatan lahan produktif menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Ia menilai masih banyak lahan produktif yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi kepemilikan lahan sebagai investasi sehingga tidak dikelola untuk kegiatan pertanian.
Ustaz Saifuddin juga menyoroti berkurangnya minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian. Menurutnya, regenerasi petani perlu menjadi perhatian agar potensi lahan yang dimiliki Indonesia dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
"Regenerasi petani terus menurun, padahal potensi lahan pertanian kita sangat luas. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama," katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, pemilik lahan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif. Kemitraan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ustaz Saifuddin mengingatkan bahwa mengelola lahan produktif tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai ibadah. Menurutnya, setiap hasil tanaman yang memberi manfaat bagi manusia maupun makhluk hidup lainnya akan menjadi amal kebaikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....