Eks Terminal Pasar Sentra Antasari Terbengkalai, Perumda Siapkan Revitalisasi
- 28 Jul 2026 13:23 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kawasan eks Terminal Pasar Sentra Antasari yang berada di lantai dua gedung kini menjadi fokus pembenahan. Area yang dulunya terkenal sebagai lokasi pangkalan taksi kuning tersebut sudah lama tak tersentuh hingga kondisinya memprihatinkan.
Akibat lama terbengkalai, puluhan unit kios di lokasi tersebut tampak kumuh dipenuhi sampah dan tertutup tanaman merambat. Bahkan, sebagian kios kosong di sana beralih fungsi menjadi tempat tinggal bagi belasan kepala keluarga.
Melihat kondisi tersebut, Perumda Pasar Banjarmasin bergerak melakukan penataan ulang kawasan agar kembali bermanfaat. Langkah awal dilakukan dengan pembersihan area melalui aksi gotong royong bersama sejumlah instansi terkait.
"Jadi sekarang kondisinya tidak rapi, karena sudah lama tidak termanfaatkan. Secara bertahap akan kita lakukan pembersihan dan penataan ulang," kata Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin, M. Abdan Syakura.
Setelah dibersihkan, kawasan yang cukup luas ini akan dioptimalkan fungsinya sebagai fasilitas lahan parkir. Sementara untuk kios-kios kosong yang ada di sekitarnya akan dirapikan kembali agar bisa diisi oleh para pedagang.
Berdasarkan data Perumda Pasar Banjarmasin, terdapat sedikitnya 60 unit kios yang berdiri di kawasan lantai dua tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 19 unit kios diketahui telah dimanfaatkan oleh puluhan warga sebagai hunian.
Pihak Perumda juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta Dinas Perkim Banjarmasin untuk proses penanganan warga yang menghuni kios-kios tersebut. Pendataan terhadap seluruh warga penghuni kios juga sudah rampung dilakukan.
"Sekitar 40-an warga yang ada di sini. Kami sudah data juga mereka dan kami koordinasikan dengan Dinas Sosial dan Dinas Perkim Banjarmasin untuk penanganan warga-warga ini," kata Abdan menambahkan.
Sementara itu, warga yang mendiami bangunan kios mengaku pasrah dan menyadari status kepemilikan lahan tersebut. Salah seorang penghuni, Masliana, mengaku bersiap pindah jika kawasan tersebut nantinya ditata kembali oleh pemerintah.
"Karena ini juga punya orang, ya tidak bisa apa-apa juga kami. Dulu kan hanya ikut-ikut orang saja tinggal di sini," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....