Cegah Peredaran Narkoba, Pemkab Tabalong Siapkan Tes Urin Dadakan Bagi Seluruh ASN

  • 27 Jul 2026 07:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemerintah Kabupaten Tabalong bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tabalong akan melaksanakan tes urin secara mendadak bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini sekaligus mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemerintahan.

Rencana tersebut disampaikan Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaff, usai mengikuti peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Kantor BNNK Tabalong, Kamis 23 Juli 2026. Kegiatan itu menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam memerangi penyalahgunaan narkotika.

Habib Taufani menjelaskan tes urin akan dilaksanakan secara mendadak agar hasil pemeriksaan lebih objektif. Pemeriksaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan disiplin, integritas, dan profesionalisme ASN.

“Insyaallah untuk nanti pemeriksaan ini nanti dadakan. Jadi dirahasiakan. Insyaallah di tahun ini juga kita akan lakukan tes urin baik itu ke ASN, dan juga bisa ke kalangan umum terutama di THM yang dicurigai ada penyalahgunaan narkoba,” ujar Habib Muhammad Taufani Alkaff.

Menurutnya, tes urin tidak hanya menyasar aparatur pemerintah, tetapi juga dapat dilakukan di tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi penyalahgunaan narkotika. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus memberikan efek pencegahan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Habib Taufani berharap peringatan HANI tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ia menilai semangat memerangi narkotika harus terus diperkuat demi melindungi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

“Mudah-mudahan dengan memperingati HANI ini tingkat penyalahgunaan narkotika semakin menurun. Ini menjadi bahan evaluasi sekaligus menambah semangat kita untuk terus berperang melawan narkotika agar generasi emas yang kita harapkan pada tahun 2045 bisa terwujud,” katanya.

Sementara itu, Kepala BNNK Tabalong, Muhammad Tukiman, mengatakan posisi geografis Kabupaten Tabalong yang berbatasan dengan Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemberantasan narkotika. Kondisi tersebut menuntut sinergi kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

“Kita menyadari bahwa letak geografis Kabupaten Tabalong sangat strategis, berada di persimpangan Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Ini menjadi perhatian bersama agar Tabalong tetap bersinar dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Ia menambahkan, BNNK Tabalong berkomitmen untuk terus mengoptimalkan layanan rehabilitasi hingga telah menjangkau sekitar 25 orang selama pertengahan tahun 2026. Langkah ini akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan bebas narkotika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....