Cegah Penyalahgunaan Narkotika, BNNK Tabalong dan PT Adaro Gelar Peer Educator
- 18 Sep 2026 16:16 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- BNNK Kabupaten Tabalong menyelenggarakan pelatihan Peer Educator P4GN tahun 2026 di Gedung HSE Excellence PT Adaro Indonesia pada tanggal 15-16 September 2026.
- Sebanyak 43 karyawan PT Adaro Indonesia dan perusahaan mitra mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di tempat kerja.
- Kepala BNNK Tabalong menekankan bahwa pengetahuan dan kesadaran pekerja merupakan unsur penting dalam menciptakan kawasan kerja yang bersih dari narkoba.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tabalong mengikuti Pelatihan Peer Educator P4GN Tahun 2026 yang diselenggarakan PT Adaro Indonesia di Gedung HSE Excellence KM 67, Selasa–Rabu, 15–16 September 2026. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pekerja dalam mendukung Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di tempat kerja.
Sebanyak 43 karyawan PT Adaro Indonesia dan perusahaan mitra mengikuti kegiatan tersebut. Kepala BNNK Tabalong, AKBP H.M. Tukiman, S.H., M.H., mengatakan pengetahuan dan kesadaran pekerja menjadi unsur penting dalam menciptakan kawasan kerja yang bersih dari narkoba.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,” katanya. “Memang peningkatan pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap pencegahan dan peredaran narkotika itu sangat penting.”
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, kemudian dilanjutkan pembekalan P4GN berbasis lingkungan kerja produktif dan Bersinar, gambaran kasus, serta kebijakan terkait. Pengetahuan tersebut menjadi bekal untuk menjalankan fungsi sebagai peer educator di lingkungan perusahaan.
Sesi berikutnya memperkenalkan New Psychoactive Substances (NPS) atau zat psikoaktif baru, meliputi pengertian, perkembangan, karakteristik, hingga dampak penyalahgunaannya. Keberadaan peer educator diharapkan dapat memperkuat edukasi sekaligus menumbuhkan kepedulian pekerja terhadap risiko penggunaan zat terlarang.
Pembahasan turut mencakup aspek psikologis, mulai dari psikologi pekerja tambang dan faktor ketergantungan hingga prinsip dasar Psychological First Aid (PFA) bagi rekan kerja. Pemahaman tersebut diharapkan mendorong terbentuknya budaya kesejahteraan mental untuk mendukung suasana kerja yang aman dan sehat.
Dari sisi hukum, pembekalan menjelaskan perbedaan pecandu, penyalahguna, korban penyalahgunaan, pengedar, dan bandar. Peserta juga memahami ancaman pidana serta langkah lanjutan yang dapat dilakukan apabila ditemukan dugaan tindak pidana narkotika.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan persiapan dan praktik di kelas induksi, kemudian dilanjutkan sesi Adiksi Narkoba yang disampaikan dr. Dian Riani bersama Septyandi Ashari, S.Kep., Ners. Pembahasan meliputi pengertian adiksi, neuroadaptasi dan perubahan pada otak, klasifikasi serta mekanisme kerja zat, gejala putus zat, hingga faktor risiko ketergantungan.
Evaluasi akhir dilakukan melalui post-test untuk mengukur tingkat pemahaman setelah seluruh rangkaian pembekalan selesai. Kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan oleh panitia.
Melalui kegiatan ini, BNNK Tabalong dan PT Adaro Indonesia mendorong terbentuknya peer educator yang dapat menjadi penggerak P4GN di lingkungan perusahaan. Peran tersebut diharapkan mendukung terciptanya tempat kerja yang aman, sehat, produktif, dan bebas dari narkoba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....