BMKG: Musim Kemarau Meluas, Waspadai Cuaca Ekstrem

  • 25 Jul 2026 20:50 WIB
  •  Banjarmasin

RR.CO.ID, Banjarmasin - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui rilis Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan yang diterbitkan pada Kamis, 23 Juli 2026 sore menyampaikan bahwa musim kemarau terus meluas di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan analisis perkembangan musim kemarau pada Dasarian II Juli 2026, sebanyak 72,8 persen wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau.

Meluasnya musim kemarau juga ditandai dengan meningkatnya jumlah titik pengamatan yang mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH) dalam kategori panjang hingga ekstrem panjang. Kondisi ini menunjukkan semakin dominannya cuaca kering di sebagian besar wilayah Indonesia, meskipun masih terdapat daerah yang berpotensi mengalami hujan.

BMKG menjelaskan, memasuki Dasarian III Juli 2026, kondisi cuaca relatif kering diprakirakan masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Pola tersebut diperkirakan terjadi di sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sebagian wilayah Papua. Namun demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai kemungkinan hujan yang terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer yang masih berkembang.

Melihat masih adanya potensi cuaca ekstrem di tengah meluasnya musim kemarau, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Langkah-langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, sekaligus terus memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan BMKG.

Selain itu, masyarakat juga diminta mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang semakin kering. BMKG menyarankan penggunaan pelindung seperti topi, payung, atau tabir surya untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari. Masyarakat juga diimbau mencukupi kebutuhan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan akibat suhu yang tinggi.

BMKG mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi, yakni laman www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam melakukan langkah antisipatif guna mengurangi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....