Kepedulian Sosial Jadi Bukti Cinta kepada Allah

  • 25 Jul 2026 19:13 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Ahli ibadah adalah seseorang yang tekun menjalankan ibadah dan tidak pernah meninggalkan kewajibannya kepada Allah Swt.
  • Ibadah mencakup dua dimensi penting: hablumminallah (hubungan dengan Allah) dan hablumminannas (hubungan dengan sesama manusia).
  • Hubungan dengan Allah dan sesama manusia harus berjalan secara seimbang dalam kehidupan seorang Muslim menurut ajaran agama Islam.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ahli ibadah adalah sosok yang tekun menjalankan ibadah dan tidak pernah meninggalkan kewajibannya. Namun, ibadah tidak hanya berfokus pada hablumminallah (hubungan dengan Allah Swt), melainkan juga mencakup hablumminannas (hubungan dengan sesama manusia).

Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Mahyudin, S.Ag., dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 25 Juli 2026. Menurutnya, hubungan dengan Allah Swt dan sesama manusia harus berjalan secara seimbang dalam kehidupan seorang Muslim.

"Kita harus mengingat bahwa segala yang kita terima dan alami di dunia ini adalah ketetapan dan pemberian dari Allah Swt," ujarnya. "Termasuk keahlian kita, kepintaran kita, rajinnya seseorang dalam beribadah, itu Allah-lah yang menghendakinya untuk hamba-Nya."

Ia mengingatkan agar seseorang tidak hanya sibuk memperbanyak ibadah, tetapi mengabaikan kondisi orang-orang di sekitarnya. Menurutnya, orang beriman juga dituntut memiliki kepedulian terhadap tetangga dan masyarakat yang membutuhkan.

Ustaz Mahyudin menegaskan bahwa seseorang tidak boleh merasa seluruh keberhasilan dan kenikmatan hidup semata-mata hasil usahanya sendiri. Ia mengingatkan bahwa di balik setiap keberhasilan terdapat doa orang tua yang terus mengiringi kehidupan anak-anaknya.

Menurutnya, kecintaan kepada Allah Swt akan tercermin melalui sikap mencintai sesama hamba-Nya. Bukti cinta bukan hanya diwujudkan melalui doa dan ibadah, tetapi juga melalui perilaku yang baik, kepedulian, dan kasih sayang terhadap orang lain.

Ia mengimbau umat Muslim agar tidak merasa bangga atau sombong atas ibadah yang dilakukan. Sebaliknya, setiap amal kebaikan hendaknya disertai kerendahan hati, rasa syukur, serta kesadaran bahwa keberhasilan hidup tidak lepas dari pertolongan Allah Swt dan doa orang-orang saleh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....