Penanganan Sampah Kiriman Hulu Masih Nihil! Sungai Masih Dibersihkan Manual

  • 21 Agt 2026 09:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Persoalan sampah kiriman dari wilayah hulu yang masuk ke perairan Kota Banjarmasin hingga kini belum menemukan solusi permanen. Pemerintah Kota Banjarmasin masih mengandalkan pola penanganan manual untuk membersihkan sampah maupun gulma yang menumpuk di permukaan sungai.

Kondisi ini menunjukkan penanganan sampah sungai masih cenderung bersifat reaktif. Sampah yang datang dari hulu dibersihkan setelah menumpuk, sementara persoalan utama terkait sumber dan aliran sampah kiriman belum sepenuhnya teratasi.

Kepala UPT Sungai dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Andi Pria Mardani, mengatakan pihaknya sampai saat ini masih melakukan pembersihan alur sungai secara manual. “Untuk pembersihan sungai, kami masih melakukan secara manual. Terutama terhadap sampah dan gulma yang masuk ke perairan Banjarmasin,” ujarnya.

Menurut Andi, pembersihan tidak hanya dilakukan berdasarkan pemantauan petugas di lapangan, tetapi juga menunggu laporan atau aduan masyarakat. Hingga kini, sedikitnya 60 aduan telah diterima terkait permintaan pembersihan permukaan sungai.

“Sekarang sudah ada sekitar 60 aduan. Masyarakat yang meminta dilakukan pembersihan permukaan sungai dari sampah maupun gulma,” katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah aduan tersebut mayoritas berasal dari kawasan perairan Banjarmasin Selatan. Material yang ditemukan bukan hanya sampah, tetapi juga vegetasi liar yang terbawa arus dan kemudian memenuhi permukaan sungai.

“Kebanyakan ada di wilayah Banjarmasin Selatan. Vegetasi liar yang terbawa itu kami angkut dan bersihkan,” ucapnya.

Namun, pola penanganan tersebut menyisakan persoalan. Selama sampah dari hulu terus terbawa arus menuju wilayah kota, pembersihan manual berpotensi hanya menjadi pekerjaan berulang tanpa menyentuh akar masalah.

Setiap kali tumpukan sampah dan gulma muncul, petugas kembali turun membersihkan. Setelah dibersihkan, material serupa berpotensi kembali datang mengikuti arus sungai.

Andi menegaskan, pihaknya tetap melakukan pembersihan ketika menerima laporan masyarakat maupun menemukan adanya tumpukan sampah dan gulma yang mengganggu alur sungai. “Kami tetap tindak lanjuti setiap aduan yang masuk. Kalau memang ada tumpukan sampah atau gulma yang perlu dibersihkan, kami lakukan pengangkutan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....