Kondisi Kering Meningkat, BMKG Imbau Waspada Karhutla
- 21 Jul 2026 14:00 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring menguatnya kondisi kering di sejumlah wilayah Indonesia. Selain meningkatnya risiko munculnya titik panas (hotspot), BMKG juga mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal selama musim kemarau.
Melalui laman WWW.BMKG.go.id pada Senin, 20 Juli 2026 sore, menyatakan kondisi kering yang semakin meluas dapat memicu peningkatan jumlah titik panas yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan apabila tidak segera ditangani. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama di kawasan yang rentan terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, hutan, dan lahan kering.
| Baca juga: Kalsel Hari ini Secara Umum Cerah Berawan |
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka maupun membersihkan lahan, termasuk membakar sampah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya api yang dapat dengan cepat meluas, terutama saat vegetasi dalam kondisi kering akibat minimnya curah hujan.
Selain itu, BMKG meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran. Pelaporan secara dini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
| Baca juga: BMKG: Kalsel Hari Ini Cerah Berawan |
Di sisi lain, BMKG mengingatkan bahwa musim kemarau tidak sepenuhnya menghilangkan potensi cuaca ekstrem. Hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah dan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang yang berpotensi menimbulkan berbagai dampak, seperti pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir.
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat dan para pemangku kepentingan diminta tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Warga juga diimbau menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rapuh saat cuaca buruk berlangsung guna mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.
BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi, yakni laman www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg. Informasi tersebut diharapkan menjadi acuan bagi masyarakat dalam mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....