Bijak Bermedia Sosial Jadi Kunci Membangun Ruang Digital Sehat
- 13 Jul 2026 10:51 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Di balik kemudahan berbagi informasi dan berkomunikasi, setiap pengguna dituntut memiliki tanggung jawab agar ruang digital tetap sehat, aman, dan bermanfaat.
Hal itu mengemuka dalam program Pandiran Baisukan RRI Banjarmasin bersama Universitas Sari Mulia (UNISM), Senin, 13 Juli 2026. Dalam siaran tersebut dibahas tema "Bijak Bermedia Sosial di Era Digital: Menjadi Pengguna yang Kreatif dan Bertanggung Jawab".
Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi UNISM, Salwa Saputri, Nurul Astie Amelia, dan Maria Peronika, berbagi pandangan mengenai pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Mereka menilai kemampuan menggunakan teknologi harus diimbangi dengan etika dan tanggung jawab.
Salwa Saputri mengatakan media sosial memberikan banyak manfaat, mulai dari sarana komunikasi, pembelajaran, hingga membuka peluang usaha dan pengembangan karier. Namun, masyarakat diingatkan agar tidak mudah mempercayai setiap informasi yang beredar.
"Bijak bermedia sosial bukan berarti membatasi penggunaan teknologi. Namun, memahami cara menggunakannya secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menerapkan prinsip saring sebelum sharing. Menurutnya, penyebaran hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian masih menjadi tantangan besar di ruang digital sehingga setiap informasi perlu dipastikan berasal dari sumber yang tepercaya.
| Baca juga: Doa Tulus untuk Sesama Datangkan Keberkahan |
Sementara itu, Nurul Astie Amelia menekankan pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi di media sosial. Perbedaan pendapat, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk menghina atau menyerang orang lain secara pribadi.
"Di balik setiap akun media sosial ada manusia yang memiliki perasaan," katanya. "Karena itu, gunakan bahasa yang santun, saling menghargai, dan hindari komentar yang dapat menyakiti orang lain."
Nurul juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Ia mengimbau masyarakat tidak sembarangan membagikan alamat rumah, nomor identitas, kode OTP, maupun data keuangan, serta mengaktifkan verifikasi dua langkah untuk meningkatkan keamanan akun.
Maria Peronika menilai media sosial tidak hanya menjadi tempat mencari hiburan, tetapi juga ruang untuk berkarya dan memberikan manfaat. Banyak generasi muda yang memanfaatkannya untuk membangun usaha, membuat konten edukatif, mempromosikan potensi daerah, hingga menghadirkan inovasi.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran sebagai agen literasi digital yang mampu mengedukasi masyarakat agar lebih bijak memanfaatkan teknologi. Selain menguasai teknologi, mahasiswa juga diharapkan menjadi teladan dalam membangun budaya digital yang sehat.
Para narasumber mengingatkan bahwa setiap unggahan akan menjadi bagian dari jejak digital yang dapat bertahan dalam waktu lama. Karena itu, masyarakat diimbau memastikan setiap konten yang dibagikan benar, bermanfaat, dan tidak merugikan orang lain.
Mereka juga mengajak masyarakat menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan ilmu, inspirasi, kreativitas, dan semangat saling menghargai. Dengan demikian, lahir generasi digital yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga beretika, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat melalui setiap jejak digitalnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....