Doa Tulus untuk Sesama Datangkan Keberkahan

  • 13 Jul 2026 10:04 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Menyisipkan nama orang lain dalam doa tanpa sepengetahuan mereka bukan hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga amalan yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Melalui doa yang tulus, seorang muslim tidak hanya memohon kebaikan bagi saudaranya, tetapi juga memperoleh doa serupa dari para malaikat.

Dalam siaran Hikmah Subuh Pro 4 RRI Banjarmasin edisi Senin, 13 Juli 2026 dibahas dengan tema "Ku Selipkan Namamu dalam Do'aku." Program yang dipandu host Awan menghadirkan narasumber Ustaz Muhammad Taslimurrahman, Lc., M.Pd. yang mengulas makna dan keutamaan mendoakan orang lain dalam Islam.

Ustaz Taslim menjelaskan bahwa doa merupakan inti dari ibadah. Meski doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW banyak menggunakan bahasa Arab, umat Islam diperbolehkan berdoa menggunakan bahasa yang dipahami agar permohonannya lebih khusyuk dan penuh penghayatan.

"Doa adalah otaknya ibadah. Yang paling penting adalah menghadirkan hati, memahami apa yang dipanjatkan, serta meyakini bahwa Allah Maha Mendengar setiap permohonan hamba-Nya," ujarnya.

Beliau menjelaskan, salah satu amalan yang sangat dianjurkan ialah doa bi zhahril ghaib, yaitu mendoakan kebaikan bagi orang lain tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Menurutnya, amalan tersebut menjadi bukti keikhlasan karena dilakukan tanpa mengharapkan pujian maupun balasan dari manusia.

"Ketika kita mendoakan saudara kita secara diam-diam, malaikat akan mengaminkan doa tersebut dan berkata, 'Dan bagimu juga kebaikan yang sama.' Inilah salah satu doa yang sangat mudah dikabulkan Allah," katanya mengutip hadis riwayat Muslim.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa kebiasaan mendoakan orang lain juga menjadi sarana membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan kebencian. Bahkan, seseorang dianjurkan tetap mendoakan kebaikan bagi orang yang tidak disukai agar hatinya terjaga dari hasad dan permusuhan.

"Ini memang tidak mudah, tetapi justru di situlah letak latihan keikhlasan seorang mukmin. Ketika kita mampu mendoakan orang lain, termasuk orang yang pernah menyakiti kita, hati akan menjadi lebih tenang dan lapang," ucapnya.

Dalam sesi interaktif, salah seorang pendengar, Mama Rifky dari Tanjung Maya, menanyakan apakah sebaiknya saat mendoakan orang lain tidak menggunakan kata semoga atau mudahan agar doa lebih mantap dan cepat diijabah Allah SWT.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ustaz Muhammad Taslimurrahman menjelaskan bahwa yang paling utama bukan terletak pada pilihan kata, melainkan keyakinan, adab, dan keikhlasan saat berdoa. Menurutnya, penggunaan kata semoga tidak mengurangi nilai doa selama seorang hamba benar-benar berharap kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan.

Beliau juga mengingatkan bahwa dalam sejarah Islam, para sahabat pun saling meminta didoakan. Sayyidina Umar bin Khattab dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, misalnya, pernah meminta doa kepada Uwais al-Qarni sebagai bentuk penghormatan terhadap orang-orang saleh yang dikenal memiliki kedekatan dengan Allah SWT.

Mengakhiri tausiyahnya, Ustaz Taslim mengajak masyarakat untuk membiasakan mendoakan keluarga, sahabat, tetangga, hingga sesama muslim tanpa harus diketahui oleh mereka. Menurutnya, doa yang lahir dari hati yang tulus bukan hanya menjadi jalan datangnya pertolongan Allah, tetapi juga mampu melembutkan hati, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan keberkahan bagi orang yang mendoakan maupun yang didoakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....